Bocah Usia 14 Tahun Jadi Korban Perdagangan Manusia untuk Bisnis Asusila di Jabar, 4 Pelaku Diciduk

Seorang bocah berusia 14 tahun menjadi korban perdagangan manusia di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Editor: Irsan Yamananda
Istimewa
Ilustrasi - Empat pelaku perdagangan manusia di Tasikmalaya diamankan petugas. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kasus perdagangan manusia terjadi di daerah Jawa Barat.

Korbannya adalah seorang bocah berusia 14 tahun.

Polisi kini telah menangani kasus tersebut.

Aktivitas terlarang itu terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pihak berwajib juga telah mengamankan empat orang pelaku.

Pelaku pertama berinisial Km (22), warga Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis.

Baca juga: Mayat Wanita Terbungkus Karpet Korban Rudapaksa, Pelaku Belum Sempat Lakukan karena Korban Menolak

Baca juga: Kisah Pilu Gadis Belia Asal Ciputat, Jadi Korban Perdagangan Orang, Badan Penuh Lebam Saat Ditemukan

Para tersangka sindikat perdagangan anak di bawah umur untuk bisnis asusila di Mapolres Tasikmalaya, Selasa (11/8/2021).
Para tersangka sindikat perdagangan anak di bawah umur untuk bisnis asusila di Mapolres Tasikmalaya, Selasa (11/8/2021). (Dokumen Polres Tasikmalaya)

Kemudian, ada pelaku berinisial Lk (22) yang merupakan warga Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

Lalu ada Ar (28), warga Kabupaten Sukabumi.

Terakhir, ada pelaku berinisial Sl (21) yang berjenis kelamin perempuan serta warga Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam penggerebekan di tempat asusila, petugas juga mengamankan enam perempuan berusia 20-25 tahun yang diduga selama ini korban bisnis asusila.

Baca juga: Kronologi Mayat WNI Ditemukan di Freezer Kapal China, Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia

Kapolres Tasikmalaya,AKBP Rimsyahtono melalui Kasatreskrim, AKP Hario Prasetyo Seno, mengungkapkan, terbongkarnya sindikat perdagangan manusia itu berawal dari laporan seorang ibu dari Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

"Ibu tersebut kehilangan seorang anak perempuan yang masih berusia 14 tahun," kata Rimsyahtono, di Mapolres, Selasa (11/8/2021).

Mendapat bantuan dari KPAID Kabupaten Tasikmalaya yang mendampingi ibu korban yang melapor itu, petugas melakukan penyelidikan dan mendapatkan titik terang bahwa korban berada di Bogor.

"Di situ kami menemukan korban, termasuk empat tersangka serta enam perempuan lainnya yang dijadikan bisnis asusila," ujar Rimsyahtono seperti dikutip dari TribunJabar.id dengan judul Polres Tasikmalaya Bongkar Kasus Perdagangan Anak di Bawah Umur untuk Bisnis Asusila

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved