Breaking News:

Soal Kasus Mural '404 Not Found' Jokowi Minta Polri Berhenti Mengurusi : Bapak Presiden Tak Berkenan

Presiden RI Joko Widodo akhirnya memberikan respon terkait diburunya pembuat mural 404 Not Found yang diduga ditujukan untuk dirinya.

ist
Meski Jokowi mengakui jika terbuka dengan kritik, akan tetapi, mural yang diduga dirinya dengan mata tertutup tulisan 404: Not Found tetap menjadi masalah. 

TRIBUNMATARAM.COM - Heboh mural diduga gambar Jokowi 404 Not Found, Presiden perintahkan Polri tak perlu bereaksi soal kasus tersebut.

Presiden RI Joko Widodo akhirnya memberikan respon terkait diburunya pembuat mural 404 Not Found yang diduga ditujukan untuk dirinya.

Lebih lanjut, ia meminta jajaran Polri untuk tak responsif terhadap kasus tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

"Bapak Presiden tidak berkenan bila kami responsif terhadap hal-hal seperti itu. Demikian juga Bapak Kapolri selalu mengingatkan kami dan jajaran," kata Komjen Agus Andrianto kepada wartawan, Jakarta, Kamis (19/8/2021).

Seperti diketahui, sekelompok orang membuat lukisan mural bergambar wajah dengan sosok menyerupai Presiden RI Joko Widodo di dinding.

Di bagian mata, tertulis 404 not found yang artinya kode tanggap standar HTTP dalam komunikasi jaringan komputer yang menunjukan bahwa klien dapat berkomunikasi namun penyedia tidak dapat menemukan hal yang diminta.

Baca juga: Soal Mural Jokowi 404: Not Found Moeldoko Sebut Presiden Harus Dihormati, Jangan Sembarangan Kritik

Baca juga: Greysia Polii Jual Sepatu Produksinya ke Jokowi, Presiden Kaget Harganya : Beli Pak, Saya Gak Kasih

Mural wajah Jokowi ditulisi 404 not found itu berada di dinding terowongan inspeksi Tol Kunciran - Bandara Soekarno-Hatta, dikutip dari Tribunnews.com dengan judul Presiden Instruksikan Polri Tak Reaktif Soal Mural 404: Not Found

Foto mural wajah Jokowi ditulisi 404 not found itu belakangan viral dan sampai ke tangan Polres Metro Tangerang Kota dan langsung menyelidikinya.

Komjen Agus Andrianto tidak mempermasalahkan warga mengkritisi pemerintah. Apalagi dilakukan di negara demokrasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved