Polisi di DIY Tewas Setelah Tabrak Truk dari Belakang, Sopir Sempat Kabur Lalu Diamankan di Sidoarjo

Kronologi kecelakaan di daerah Kulon Progo yang menewaskan seorang anggota polisi.

Editor: Irsan Yamananda
tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi - kecelakaan di daerah Kulon Progo yang menewaskan seorang anggota polisi. 

Kasus Serupa

Benang layang-layang kembali merenggut korban jiwa.

Kali ini, seorang pria warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, Jawa Timur bernama Agus Syaiful Rochmad (58) meninggal dunia.

Agus tewas di depan sebuah kos setelah kepalanya terbentur gulungan benang layang-layang berbahan kayu milik seorang bocah SD, Selasa (20/10/2020).

Mirisnya, Agus yang mengalami luka berat di bagian kepala ini langsung tewas di lokasi kejadian.

Baca juga: Detik-detik Bocah Terbawa Layangan Terbang, Terjatuh Ketinggian 3 Meter, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Gara-gara Layangannya Putus dan Sebabkan Gardu PLN Padam 5 Jam, Pria Ini Ditangkap Polisi

Kejadian itu berawal saat Agus sedang berolahraga di depan sebuah kos di Kelurahan Sumbergedong.

Tak jauh dari lokasi Agus berdiri, seorang bocah kelas VI SD sedang bermain layangan.

Bocah itu mencoba menarik benang layangan yang tersangkut.

Namun, tiba-tiba benang beserta gulungan berbahan kayu berbentuk silang itu terlepas hingga mengenai kepala Agus.

Karena benturan yang keras di kepala membuat Agus terkapar dan mengeluarkan banyak darah hingga tewas di tempat.

"Diduga kuat penyebab kematian korban karena benturan gulungan senar. Di situ (gulungan senar layangan) ada potongan rambut," tutur Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan, dikutip TribunMataram.com dari Tribunnews, Rabu (21/10/2020).

Saksi mata di lokasi, Paimo mengatakan, sempat melihat sang bocah menarik benang layangan beberapa saat sebelum kejadian.

Paimo mencoba menghindar karena khawatir gulungan tersebut terlepas.

Setelah menjauh dari lokasi, Paimo melihat ada keramaian di lokasi.

"Terus saya balik ke sini lagi untuk melihat apa yang terjadi," ujar dia.

Polisi menyebut tidak ada unsur kesengajaan terkait kejadian itu.

Namun, polisi tetap akan memproses kasus itu sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Nanti yang memutuskan (bersalah atau tidak) dari pengadilan. Karena memang ini kejadiannya bukan karena kesengajaan, tetapi karena lalai. Usianya juga masih di bawah umur," tutur Kasat Reskrim.

Sering Terjadi

Sore itu, Kamis (11/6/2020), YBS (21) hendak menjajal motor milik pelanggan bengkelnya saat senar layangan tak sengaja menjerat lehernya.

Ia yang sempat berusaha melepas jeratan senar layangan itu akhirnya ambruk dan meninggal dunia karena darah terus mengalir dari lehernya.

 POPULER Hasil Autopsi Kematian George Floyd, Penyebab Kematian Pembunuhan karena Leher Ditindih

 Hasil Autopsi Kematian George Floyd Keluar, Dipastikan Jadi Korban Pembunuhan karena Leher Ditindih

Kejadian tragis menimpa YBS (21), warga Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2020).

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kasus tewasnya pengendara motor setelah lehernya tersayat benang layangan di Jalan Tangkuban Perahu tepatnya di depan Kantor Pos Mojosongo, Solo, Jateng, Jumat (12/6/2020). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kasus tewasnya pengendara motor setelah lehernya tersayat benang layangan di Jalan Tangkuban Perahu tepatnya di depan Kantor Pos Mojosongo, Solo, Jateng, Jumat (12/6/2020). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI) ()

Korban yang merupakan montir bengkel tersebut tewas dengan luka parah di leher setelah terjerat benang layangan.   

Dari informasi yang diperoleh, benang layangan mengenai tepat di urat leher korban, dan diduga nyaris putus. 

Berdasar informasi dari polisi, korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga sekitar lokasi kejadian. 

"Korban meninggal di rumah sakit," kata Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Afrian Satya Permadi, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (12/6/2020).

Agus S (33), saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sekitar pukul 14.30 WIB, korban sedang mencoba kendaraan pelanggan yang baru selesai diservis.

Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Kawasaki bernomor polisi AD 2393 QF.

Tak disadari korban, saat memacu kendaraan, leher korban tersangkut benang layangan yang berada di tiang listrik.

Akibatnya, menurut Agus, korban terjatuh dan menabrak pagar depan kantor pos.

Saat memberikan pertolongan, Agus terkejut melihat leher korban tersangkut benang layangan.

"Korban dan kendaraannya menabrak pagar kantor pos dan terjatuh.

Korban sempat bangun melepas benang layangan yang mengakut lehernya. Karena darah dari leher terus keluar tidak kuat korban terjatuh lagi," kata Agus ditemui tak jauh dari lokasi kejadian di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2020).

Alfian mengimbau warga untuk tidak bermain layangan di pinggir jalan. Para orangtua diharapkan lebih meningkatkan pengawasan ke anak-anak mereka.

"Kalau ingin bermain layang-layang di lapangan. Jangan di jalan karena bisa membahayakan orang lain," ungkap Afrian.

Saat ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor dan benang layangan yang melukai korban. 

"Olah TKP tersebut digelar untuk melengkapi data yang kemarin. Kita sudah mengamankan barang bukti baik sepeda motor maupun benang gelas yang menyayat korban," kata Kepala Unit (Kanit) Laka Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo, Iptu Maryono.

Artikel terkait kecelakaan lainnya

(Kompas/ Kontributor Blitar, Asip Agus Hasani dan Kontributor Yogyakarta, Dani Julius Zebua)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved