Rudapaksa Gadis Berkedok Loker, Pria di Pekalongan Menyesal & Teringat Istri Hamil Setelah Ditangkap

Berikut kronologi gadis dirudapaksa pria di Pekalongan, korban sampai teriak minta tolong.

Editor: Irsan Yamananda
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi - kronologi gadis dirudapaksa pria di Pekalongan, korban sampai teriak minta tolong. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kasus rudapaksa terjadi di daerah Pekalongan.

Pelakunya adalah seorang pria berinisial BK (22).

Kini, ia harus berurusan dengan pihak berwajib.

Korbannya adalah seorang gadis berusia 20 tahun berinisial DNZ.

BK sendiri sudah diamankan oleh aparat kepolisian.

Pelaku juga diketahui memiliki istri yang saat ini hamil muda.

Baca juga: Update Kasus Dugaan Rudapaksa Kris Wu: Eks Member EXO Resmi Ditangkap, Korban Gadis Usia 17 Tahun

Baca juga: Iming-iming Uang Tak Mempan, Pria di Banyuwangi Nekat Masuk Kamar Tetangga dan Cabuli Gadis 14 Tahun

Ilustrasi - Pria di Pekalongan rudapaksa gadis berusia 20 tahun.
Ilustrasi - Pria di Pekalongan rudapaksa gadis berusia 20 tahun. (Istimewa)

Semua bermula dari pelaku yang menawarkan pekerjaan melalui media sosial.

Pelaku adalah warga Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Sementara korban adalah warga Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

"Peristiwa ini bermula saat tersangka BK (22) pada Minggu (8/8/2021) lalu dengan akun facebooknya bernama Wardi DewRdi mengunggah status di group 'Info Loker Pekalongan dan Sekitarnya' yang berisi 'Dibutuhkan perempun, kerja di resto dengan gaji Rp2,5 juta kusus cewek umur 19 sama 25 tahun'," terang Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Pria di Jabar Tak Hanya Cabuli ABG Hingga Hamil, Tapi Juga Lakukan Aksi Bejat Saat Istri Melahirkan

Melihat postingan tersebut, korban berminat dan mengajak komunikasi BK yang mengaku sebagai pemilik warung makan Dian Sari, Pemalang.

Selanjutnya, tersangka menyampaikan bahwa korban langsung diterima kerja dan akan dijemput oleh sopir travel yang telah disewa.

"BK setiap harinya sebagai nelayan dan hanya mengarang saja nama rumah makan itu, serta memang tidak ada lokasi warungnya," imbuhnya.

AKBP Arief menjelaskan, pada hari Kamis (12/8/2021) pelaku menjemput korban.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved