Breaking News:

Curhat Wali Murid Dipaksa Beli Seragam Rp 1,5 Juta di Surabaya: 'Gaji Sebulan Cuma Rp 2,5 Juta'

Berikut curhat wali murid di Surabaya yang dipaksa beli seragam Rp 1,5 juta padahal gaji sebulan hanya Rp 2,5 juta.

Editor: Irsan Yamananda
SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Ilustrasi - Berikut curhat wali murid di Surabaya yang dipaksa beli seragam Rp 1,5 juta padahal gaji sebulan hanya Rp 2,5 juta. 

Tapi, kalau sudah seperti ini, kami instruksikan harus turun ke sekolah-sekolah untuk bisa mengecek keberadaan anak-anak MBR ini," kata Armuji.

Ilustrasi - Berikut curhat wali murid di Surabaya yang dipaksa beli seragam Rp 1,5 juta padahal gaji sebulan hanya Rp 2,5 juta.
Ilustrasi - Berikut curhat wali murid di Surabaya yang dipaksa beli seragam Rp 1,5 juta padahal gaji sebulan hanya Rp 2,5 juta. (Kompas/ M Latief)

Ia pun meminta Dispendik Surabaya untuk memanggil semua kepala sekolah agar tidak ada lagi kebijakan sekolah yang bertentangan dengan regulasi Pemkot Surabaya.

"Ini tugas Dispendik untuk memanggil semua kepala sekolah dan menginstruksikan agar tidak lagi memaksa siswa membeli seragam.

Ini kesannya Dispendik juga enggak kerja kalau seperti ini," kata Armuji.

"Untuk berikutnya, tidak boleh pihak sekolah memaksa siswa atau wali murid membeli seragam.

Kewajiban dari Dispendik, sesegera mungkin memberikan seragam bagi anak-anak dari MBR," imbuh Armuji.

Wali kota minta sekolah tak memaksa

Sementara itu melalui unggahan video di akun Instagram @ericahyadi_, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga sudah menegaskan bahwa kewajiban membeli seragam sekolah tidak dianjurkan.

Bahkan, Eri juga mengancam pihak sekolah, jika siswa diminta untuk membeli seragam, maka pihak sekolah akan berhadapan dengannya.

Pernyataan itu disampaikan Eri menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk SD dan SMP di Surabaya pada 6 September 2021 mendatang.

"Saya minta, tidak ada memaksa membeli seragam, ini fardhu ain, SD, SMP. Kalau ada yang memaksa, njenengan akan berhadapan dengan saya," ucap Eri.

Baca juga: Ingin Warga Sadar Prokes Covid-19, Walkot Surabaya: Pelanggar Dibawa ke Makam & Menginap di Liponsos

Baca juga: Ibu Hamil di Surabaya Tewas Dibunuh Suami Curhat di FB, Unggah Foto Bercaption Kamu Mampu Bertahan

Artikel lainnya terkait Surabaya

(Kompas/ Ghinan Salman)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved