Breaking News:

Viral Hari Ini

Viral Video Pria Pukul dan Tendang Kades di Jombang, Tuduh Korban Tilap Hadiah dari Presiden Jokowi

Kronologi pria aniaya seorang Kades di Jombang, tuduh korban tilap hadiah dari presiden Jokowi.

Editor: Irsan Yamananda
TribunJakarta/ Istimewa
Ilustrasi - Kronologi pria aniaya seorang Kades di Jombang, tuduh korban tilap hadiah dari presiden Jokowi. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kasus penganiayaan terjadi di daerah Jombang. 

Bahkan, tindakan tersebut berhasil terekam kamera dan videonya diunggah ke media sosial.

Sontak, hal tersebut jadi sorotan warganet.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria menendang dan memukuli seseorang.

Korban diketahui menjabat sebagai kepala desa (kades).

Usut punya usut, pelaku menuding korban menilap hadiah lomba dari Presiden Jokowi.

Baca juga: Diduga Dianiaya Oknum Kades, Pemandu Lagu di Grobogan Dilarikan ke RS: HP, Uang & Perhiasan Ludes

Baca juga: Kronologi Anggota Babinsa Aniaya Warga di Jaktim, Pelaku Sempat Tanyakan Harga Sabu pada Korban

Ilustrasi - Kronologi pria aniaya seorang Kades di Jombang, tuduh korban tilap hadiah dari presiden Jokowi.
Ilustrasi - Kronologi pria aniaya seorang Kades di Jombang, tuduh korban tilap hadiah dari presiden Jokowi. (http://www.ladbible.com)

Korban rupanya adalah Kades Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Sementara pelaku diketahui berinisial JT.

Lantas, seperti apa fakta kasus ini?

Mengutip dari Kompas.com dengan judul "Heboh, Pria Tendang dan Pukul Kades di Jombang, Ini Ceritanya", berikut ulasan selengkapnya.

Baca juga: Ditegur Tak Boleh Matikan Api Perapian, Pria NTT Gelap Mata, Ambil Parang & Aniaya 4 Orang Temannya

Kronologi

Pelaku berinisial JT itu awalnya datang ke kantor desa pada Selasa (31/8/2021) siang.

Kapolsek Mojowarno AKP Yogas mengungkapkan, JT saat itu datang dan tiba-tiba mengamuk dan mengejar kades.

Tak hanya itu, dia menendang dan memukul sang kades hingga terjatuh.

Dia meminta pertanggungjawaban Kepala Desa Catak Gayam terkait hadiah lomba dari Jokowi yang pernah diikutinya.

Namun, tidak diketahui lomba apa yang dimaksud oleh JT.

"Tidak tahu persis lomba apa, tapi JT minta hadiah lomba dari Jokowi.

JT marah karena menurut dia, hadiah dari Jokowi ditilap kepala desa," ungkap Yogas kepada Kompas.com, Kamis (2/9/2021).

Diduga alami gangguan jiwa

Usai dimediasi oleh kepolisian, JT ternyata diketahui pernah mengalami gangguan kejiwaan.

Baca juga: Ditegur Tak Boleh Matikan Api Perapian, Pria NTT Gelap Mata, Ambil Parang & Aniaya 4 Orang Temannya

Saat ini JT juga masih dalam pengawasan petugas kesehatan Puskesmas Mojowarno.

Sehingga kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum.

JT yang berusia 51 tahun pernah mengikuti pemilihan kepala desa (Pilkades) namun kalah.

Ia akhirnya dirujuk ke RSJ Lawang, Kabupaten Malang.

"Saat ini sedang dalam perjalanan ke RSJ Lawang, Malang.

Evakuasi berjalan lancar, tidak ada perlawanan, dia mau diantarkan," kata Yogas.

Viral di medsos

Insiden ini terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, tampak pria memakai kaus hitam putih sedang berbicara kasar sembari menunjuk seorang pria berpakaian safari.

Adapun pria berpakaian safari itu adalah Sugeng Syamsuri, Kepala Desa Catak Gayam.

Ilustrasi - Kronologi pria aniaya seorang Kades di Jombang, tuduh korban tilap hadiah dari presiden Jokowi.
Ilustrasi - Kronologi pria aniaya seorang Kades di Jombang, tuduh korban tilap hadiah dari presiden Jokowi. (Kompas.com/ERICSSEN)

Laki-laki berpakaian safari yang dimaki dan ditunjuk, mundur menghindari lawan bicara yang menudingnya.

Selanjutnya, pria yang mengamuk itu melancarkan tendangan dan pukulan ke arah kades.

Kades sampai terjatuh karena dipukul dan ditendang oleh pria tersebut.

Terlihat pula beberapa orang memakai baju safari berusaha menghentikan perbuatan pria yang mengenakan kaus hitam putih.

Setelah mengamuk di ruang pertemuan, pria itu masuk ke ruang perkantoran.

Sempat terjadi dialog antara pelaku dengan beberapa orang yang ada di tempat itu, namun apa yang dibicarakan tidak terdengar jelas.

Artikel lainnya terkait penganiayaan

(KOMPAS/ Kontributor Jombang, Moh. Syafií)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved