17 Hari Pembunuh Amalia Mustika & Ibunya Masih Misteri, Kesulitan Polisi : Kejadian Itu Sangat Rapi

Rapinya pembunuhan yang dilakukan pelaku membuat polisi ekstra hati-hati mengungkapkannya.

TribunJabar/ Dwiki Maulana
Prosesi pemakaman Tuti dan Amalia, putrinya. 

TRIBUNMATARAM.COM - Sulitnya polisi mengungkap kasus pembunuhan Subang menyimpan alasan.

Rapinya pembunuhan yang dilakukan pelaku membuat polisi ekstra hati-hati mengungkapkannya.

Dugaan pembunuhan berencana pun mencuat.

Sudah 17 hari berlalu sejak Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (24) ditemukan tewas mengenaskan di dalam bagasi mobil Alphard, Rabu (18/8/2021) pagi, di kediaman mereka di Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.

Lamanya pengungkapan kasus ini memunculkan pertanyaan dari Kriminolog Universitas Padjajaran (Unpad), Yesmil Anwar.

Bahkan ia menduga kalau kasus ini merupakan pembunuhan berencana.

Baca juga: Teka-teki 3 Helm di Lokasi Pembunuhan Subang, 1 Milik Amalia Mustika Baru Dibelikan Yosef

Baca juga: Terungkap Pemilik Sepatu Putih di TKP Pembunuhan Subang, Yosef Tegaskan Bukan Milik Pelaku

Polisi pun telah melakukan rekonstruksi dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Yosef, suami dan ayah korban.

Bahkan istri muda Yosef, Mimin, juga sudah dua kali diperiksa oleh polisi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengurai fakta terbaru perihal TKP pembunuhan Tuti dan Amalia.

Diakui polisi, kondisi TKP sangat rapi.

"Kita sangat membutuhkan waktu (untuk mengungkap). Karena di TKP sendiri, kita akui bahwa itu memang sangat rapi, kejadian itu sangat rapi. Kita mencari pembuktian itu bukan di TKP saja, tapi kita menarik mundur perkiraan waktu berdasarkan kematian kedua korban tersebut," akui Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube TV One, Kamis (2/9/2021).

Senada, Yesmil Anwar juga mengatakan ada faktor X yang perlu ditelusuri dan diperhatikan, selain keterangan saksi dan temuan dugaan barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Faktor X tersebut, ujar Yesmil, kemungkinan saling berkaitan antara keterangan saksi dan kondisi korban semasa hidup.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved