Breaking News:

Ngaku Dikeroyok, DPRD Pekanbaru Pakai Mobil Dinas yang Bukan Haknya, Sekda: Dia Dapat Uang Transport

Anggota DPRD Pekanbaru yang ngaku dikeroyok, Ida Yulita Susanti, ternyata gunakan mobil dinas yang bukan haknya.

Editor: Irsan Yamananda
KOMPAS.com/IDON
Anggota DPRD Pekanbaru yang ngaku dikeroyok, Ida Yulita Susanti, ternyata gunakan mobil dinas yang bukan haknya. 

Pihaknya meminta agar mobil dinas yang  digunakan anggota dewan tersebut dikembalikan.

Sementara itu, Kompas.com sudah mencoba mengonfirmasi Ida Yulita Susanti lewat sambungan telepon, namun tak menjawab.

Pesan WhatsApp juga tak dibalas.

Baca juga: Alasan Anggaran Seragam DPRD Tangerang Capai Rp 675 Juta, Ukuran Tubuh & Jumlah Anggota Disebut

Baca juga: Pengadaan Seragam LV DPRD Tangerang yang Capai Rp 675 Juta Dibatalkan, Ketua: Kami Mengerti Keadaan

Mengaku dikeroyok

Ilustrasi - Anggota DPRD Pekanbaru mengaku dikeroyok
Ilustrasi - Anggota DPRD Pekanbaru mengaku dikeroyok (http://www.ladbible.com)

Seperti diketahui, Ida Yulita Susanti mengaku dikeroyok sejumlah orang di kawasan Jalan Arifin Achmad, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (1/9/2021) malam.

Ida mengaku dikeroyok setelah seorang anak laki-lakinya sempat cekcok dengan sejumlah pemuda.

Ida datang bersama suaminya.

Saat itu, ia mengaku dikeroyok dan menyebut anaknya kena bacok. Ia pun melaporkan kasus itu ke Polresta Pekanbaru seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Anggota DPRD Pekanbaru yang Mengaku Dikeroyok Ternyata Pakai Mobil Dinas yang Bukan Haknya".

Ketua RT: justru awalnya keluarga Bu Ida yang arogan

Namun, dari pernyataan Ketua RT di lokasi kejadian, Gusri, tidak ada kejadian kontak fisik antara pemuda dengan Ida dan keluarganya.

"Tidak ada kontak fisik sama sekali. Justru masalah ini berawal dari anak Ibu Ida yang arogan.

Anaknya terjebak macet, dan tidak mau mengalah saat berpapasan dengan mobil lain yang dikendarai ibu-ibu.

Kemudian, anaknya ngebut dan menyenggol pemuda yang mengatur jalan karena banjir," kata Gusri kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (2/9/2021).

Usai kejadian itu, beredar kabar mobil yang digunakan Ida Yulita Susanti adalah mobil dinas milik Pemkot Pekanbaru.

Nomor polisi yang dipakai juga diduga palsu.

Mobil tersebut tampak mengalami kerusakan pada kaca depan setelah Ida  cekcok dengan warga.

Artikel lainnya terkait penganiayaan

(Kompas/ Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved