Buntut Kasus Orangtua Tumbalkan Anak di Gowa, Polisi Minta Warga Lapor Jika Ada Praktik Pesugihan

Polisi meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik pesugihan, ini merupakan buntut dari kasus orangtua tumbalkan anak di Gowa.

Editor: Irsan Yamananda
(TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID)
Polisi meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik pesugihan, ini merupakan buntut dari kasus orangtua tumbalkan anak di Gowa. 

AP menjalani operasi selama satu jam dan dapat berjalan secara lancar.

Menurut dr Suryadi,  terdapat beberapa sel di mata yang mengalami kerusakan.

Pihaknya berharap kondisi tersebut akan kembali normal seiring berjalannya waktu.

Lebih lanjut, Suryadi menjelaskan, kondisi bola mata korban masih utuh meski sempat mengalami pembengkakan.

Namun, pembengkakan tersebut kini mulai menurun.

Kapolres Gowa AKBP AKBP Tri Goffaruddin Pulungan menjenguk langsung bocah berinisial AP yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tinggimoncong Gowa di RSUD Syekh Yusuf, Sabtu (4/9/2021).
Kapolres Gowa AKBP AKBP Tri Goffaruddin Pulungan menjenguk langsung bocah berinisial AP yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tinggimoncong Gowa di RSUD Syekh Yusuf, Sabtu (4/9/2021). (TribunTimur.com/Sayyid)

Dokter spesialis mata RSUD Syekh Yusuf dr Yusuf Bachmid menyebut, kornea korban masih dalam kondisi baik.

"Dan Alhamduliih kita dapat korneanya masih bagus untung tidak ada masalah, yang bermasalah itu hanya bagian putih mata, ini namanya conjuctiva dan sklera itu 360 drajat full robek," katanya, Senin (6/9/2021), dikutip dari Tribunnews.com dengan judul Bocah 6 Tahun Tumbal Pesugihan di Gowa Jalani Operasi, Bola Mata Masih Utuh tapi Ada Sel yang Rusak

Penglihatan korban diperkirakan dapat pulih dalam beberapa bulan ke depan.

Diberitakan sebelumnya, warga Malino, Kecamatab Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan digegerkan dengan aksi penganiayaan seorang keluarga terhadap bocah 6 tahun, AP.

Bocah tersebut diduga dianiaya oleh orang tua, paman, serta kakek dan neneknya.

Aksi penganiayaan dapat dihentikan setelah kerabat korban memergoki tindakan para pelaku.

Beruntung, kerabat korban bernama Bayu (34)  memergoki aksi para pelaku.

Ia pun berusaha mengentikannya.

Tangan dan kaki korban dipegangi oleh pelaku.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved