Sempat Terhambat, Mata Bocah Korban Tumbal Pesugihan Ortu di Gowa Selesai Dioperasi, Ini Kondisinya

Dokter beberkan kondisi terkini bocah korban penganiayaan orangtua di Gowa setelah selesai dioperasi mata kanannya.

Editor: Irsan Yamananda
(TribunTimur.com/Sayyid)
Dokter beberkan kondisi terkini bocah korban penganiayaan orangtua di Gowa setelah selesai dioperasi mata kanannya. 

Kasus ini sendiri berawal pada Rabu (1/9/2021) saat sejumlah kerabat dan petugas Babinkamtibmas TNI-POLRI Baru saja menghadiri pemakaman DS (22), kakak AP yang diduga tewas dicekoki air garam 2 liter saat menjalani ritual pesugihan.

AP sendiri berhasil dievakuasi oleh petugas yang memergoki para pelaku berusaha mencungkil bola mata kanan korban meski mendapat perlawanan dari para pelaku.

Aparat kepolisian sendiri saat ini telah melakukan penahanan terhadap paman korban, SA (44) dan kakek korban BR (70).

Sementara kedua orangtua korban HS (43) dan TU (47) masih menjalani observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dadi Makassar seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Mata Bocah Korban Pesugihan Orangtua Selesai Dioperasi, Dokter: Ada Sel yang Rusak, Mudah-mudahan Membaik".

Polisi Minta Warga Lapor Jika Ada Praktik Pesugihan

Polisi meminta warga untuk segera melapor jika menemukan praktik pesugihan.

Anjuran ini ditujukan khusus pada masyarakat Sulawesi Selatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Polisi E Zulpan.

Menurutnya, hal itu dilakukan guna mencegah kejadian di Kabupaten Gowa terulang kembali.

Zulpan mengatakan, pesugihan termasuk dalam perilaku yang dapat membahayakan.

Pihaknya siap menerima laporan jika ada warga yang mengetahui adanya praktik tersebut.

Baca juga: Nasib Bocah 6 Tahun Tumbal Pesugihan Orangtua di Gowa, Bola Mata Masih Utuh Tapi Sel Alami Kerusakan

Baca juga: Terkuak Praktik Kanibalisme dalam Ritual Pesugihan Orangtua Ambil Mata Anak 6 Tahun di Gowa

Ilustrasi - Polisi meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik pesugihan, ini merupakan buntut dari kasus orangtua tumbalkan anak di Gowa.
Ilustrasi - Polisi meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik pesugihan, ini merupakan buntut dari kasus orangtua tumbalkan anak di Gowa. (Kompas)

“Harus diketahui pula keberadaan Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang selalu siap menerima laporan dari masyarakat bila masih ada keluarga atau anggota masyarakat yang melakukan ritual-ritual pesugihan yang tentunya masuk dalam kategori aliran sesat yang dapat membahayakan,” ujar Zulpan kepada wartawan, Selasa (7/9/2021).

Warga yang berani melapor dijamin kerahasiaan identitasnya oleh polisi.

“Kasus kekerasan terhadap anak di Gowa dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat untuk saling menjaga lingkungan dan memberikan informasi jika ditemukan adanya penganut aliran sesat di tengah masyarakat,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved