Fakta Kasus Jual Beli Vaksin Covid-19 Ilegal: Pelaku ASN dengan Jabatan Penting di KKP Tarakan

Polisi berhasil membongkar praktik jual beli vaksin Covid-19 ilegal di Kota Tarakan, berikut deretan faktanya.

Editor: Irsan Yamananda
(Ahmad Utomo via WhatsApp)
Ilustrasi - Polisi berhasil membongkar praktik jual beli vaksin Covid-19 ilegal di Kota Tarakan, berikut deretan faktanya. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kasus jual beli vaksin Covid-19 ilegal di Kota Tarakan berhasil terungkap.

Pelakunya diketahui berinisial VD.

VD sendiri sudah diciduk olwh jajaran Polres Kota Tarakan Kalimantan Utara.

Pelaku merupakan oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Tarakan.

Ia diketahui telah menjual vaksin Covid-19 jenis Sinovac secara ilegal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldy.

Baca juga: 2 Warga Lampung Ditangkap karena Beri Laporan & Sumpah Palsu, Ngaku Dibegal Padahal Motor Digadai

Baca juga: Positif Covid-19, 2 Penumpang Pesawat di Pontianak Ketahuan Bawa Surat PCR Palsu: Cuma Ikut-ikutan

VD (jaket hitam), oknum ASN KKP Tarakan Kaltara menjadi tersangka vaksin berbayar. VD tertangkap dalam OTT yang dilakukan Satreskrim kota Tarakan Senin 6 September 2021
VD (jaket hitam), oknum ASN KKP Tarakan Kaltara menjadi tersangka vaksin berbayar. VD tertangkap dalam OTT yang dilakukan Satreskrim kota Tarakan Senin 6 September 2021 (Dok.Muhammad Aldy)

Aldy juga menjelaskan kronologi penangkapan VD.

"Kita lakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin 6 September 2021, sekitar pukul 15.30 Wita, tepat ketika pelaku menerima pembayaran dari calon penumpang," ujarnya saat dihubungi Rabu (8/9/2021).

Kasus ini bermula dari sejumlah aduan masyarakat akan adanya vaksin berbayar di wilayah Tarakan.

Penyelidikan dilakukan sekitar dua minggu.

Baca juga: Prosedur Mendaftar Vaksin Umum di laman PeduliLindungi.id, Lengkap dengan Cara Unduh Sertifikat

Hingga akhirnya polisi mendapati adanya empat calon penumpang pesawat di Bandara Juwata Tarakan yang menjadi korban komersialisasi vaksin oleh VD.

Dari pengamatan terhadap empat calon penumpang pesawat itu kasus tersebut terbongkar.

"VD ini memiliki jabatan penting di KKP Tarakan sehingga memudahkannya untuk mengakses vaksin," imbuhnya.

Dari pengakuan VD, ia memperjualbelikan vaksin dengan paket lengkap, bersama swab PCR, dan tiket pesawat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved