Polisi Tangkap Dukun yang Tumbalkan Bocah di Gowa: 'Warga Sudah Lama Resah dengan Praktik Pelaku'

Dukun yang tumbalkan bocah di Gowa untuk praktik pesugihan akhirnya diciduk oleh aparat kepolisian.

Editor: Irsan Yamananda
TribunMedan
Ilustrasi - Dukun yang tumbalkan bocah di Gowa untuk praktik pesugihan akhirnya diciduk oleh aparat kepolisian. 

Zulpan mengatakan, pesugihan termasuk dalam perilaku yang dapat membahayakan.

Pihaknya siap menerima laporan jika ada warga yang mengetahui adanya praktik tersebut.

Baca juga: Nasib Bocah 6 Tahun Tumbal Pesugihan Orangtua di Gowa, Bola Mata Masih Utuh Tapi Sel Alami Kerusakan

Baca juga: Terkuak Praktik Kanibalisme dalam Ritual Pesugihan Orangtua Ambil Mata Anak 6 Tahun di Gowa

Ilustrasi - Polisi meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik pesugihan, ini merupakan buntut dari kasus orangtua tumbalkan anak di Gowa.
Ilustrasi - Polisi meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik pesugihan, ini merupakan buntut dari kasus orangtua tumbalkan anak di Gowa. (Kompas)

“Harus diketahui pula keberadaan Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang selalu siap menerima laporan dari masyarakat bila masih ada keluarga atau anggota masyarakat yang melakukan ritual-ritual pesugihan yang tentunya masuk dalam kategori aliran sesat yang dapat membahayakan,” ujar Zulpan kepada wartawan, Selasa (7/9/2021).

Warga yang berani melapor dijamin kerahasiaan identitasnya oleh polisi.

“Kasus kekerasan terhadap anak di Gowa dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat untuk saling menjaga lingkungan dan memberikan informasi jika ditemukan adanya penganut aliran sesat di tengah masyarakat,” katanya.

Dikatakan Zulpan, polisi sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus anak yang menjadi korban ritual pesugihan di Lembang Panai, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Fakta Baru Bocah Gowa Tumbal Pesugihan, Kakak Tewas Sehari Sebelumnya Dicekoki 2 Liter Air Garam

Kedua tersangka yakni, kakek yang berinisial US (44) dan paman korban yang berinisial BA (70).

Zulpan menilai, seseorang mudah terpengaruh mengikuti ajaran sesat pesugihan karena didasari faktor ekonomi dan pendidikan.

“Pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat melakukan trauma healing kepada korban agar jangan sampai terjadi gangguan psikologis,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, AP (6) bocah asal Kabupaten Gowa, Sulsel, diduga menjadi korban ritual pesugihan yang dilakukan orangtua dan keluarganya, Jumat (3/9/2021).

Dalam ritual itu, orangtua AP melukai mata kanan korban.

AP berhasil diselamatkan oleh pamannya dan petugas keamanan usai mendengar jeritan korban seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Warga Diminta Lapor Polisi jika Temukan Praktik Pesugihan di Sulsel".

Berita lain terkait pesugihan Gowa

(Kompas/ Kontributor Bone, Abdul Haq)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved