Fakta Kasus Bocah Jadi Tumbal Pesugihan di Gowa: Kronologi, Dukun Ditangkap & Indikasi Kanibalisme

Berikut deretan fakta terkait kasus penganiayaan bocah di Gowa, Sulawesi Selatan.

Penulis: Irsan Yamananda | Editor: Irsan Yamananda
TribunMedan
Ilustrasi - Berikut deretan fakta terkait kasus penganiayaan bocah di Gowa, Sulawesi Selatan. 

Peristiwa tersebut terjadi di Lembang Panai, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Penangkapan sang dukun terjadi pada hari Selasa (7/9/2021).

Dukun tersebut diketahui berinisial SU (65).

Baca juga: Jadi Tumbal Praktik Pesugihan Orangtua, Siapa yang Tanggung Biaya Operasi Mata Kanan Bocah di Gowa?

Baca juga: Sempat Terhambat, Mata Bocah Korban Tumbal Pesugihan Ortu di Gowa Selesai Dioperasi, Ini Kondisinya

Aparat kepolisian Polres Gowa, Sulawesi Selatan tengah memeriksa seorang dukun berinisial SU (65) dalam kasus AP (6), bocah perempuan yang menjadi korban ritual ilmu hitam oleh kedua orangtuanya. Selasa, (7/9/2021).
Aparat kepolisian Polres Gowa, Sulawesi Selatan tengah memeriksa seorang dukun berinisial SU (65) dalam kasus AP (6), bocah perempuan yang menjadi korban ritual ilmu hitam oleh kedua orangtuanya. Selasa, (7/9/2021). (KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Hingga ini, SU masih menjalani pemeriksaan saksi.

Selain sang dukun, polisi juga memeriksa empat orang warga Lembang Panai.

Keempatnya pernah pernah melihat ritual yang dilakukan SU.

"Sampai ini baik sang dukun maupun empat lainnya yang baru kami amankan masih diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Kepolisian Sektor Tinggimoncong Iptu Hasan Fadly saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (7/9/2021) malam.

 Nasib Bocah 6 Tahun Tumbal Pesugihan Orangtua di Gowa, Bola Mata Masih Utuh Tapi Sel Alami Kerusakan

Hasan mengatakan, polisi juga sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) yang ternyata juga merupakan tempat tinggal dukun tersebut.

Di tempat itu, polisi menemukan ratusan batok kelapa yang diduga digunakan SU saat melakukan ritual.

Hasan juga menyebutkan, praktik yang dibuka SU di rumahnya sudah berlangsung lama. Beberapa tetangganya juga sudah resah.

"Warga yang memang sudah lama resah akan praktik pengobatan di rumah tersebut sebab korbannya rata tidak sadarkan diri usai menjalani pengobatan di rumah sang dukun," sebut Hasan.

MU, salah satu warga Tinggimoncong, mengaku sudah beberapa kali melihat perdukunan yang dijalankan SU.

Dia juga menyaksikan orangtua anak yang matanya hendak dikorbankan datang ke rumah SU lebih dari satu kali.

"Orangtua korban sering saya lihat tidak sadarkan diri di rumah itu (rumah dukun) dan nanti sadar kalau minum air kelapa" kata MU, salah seorang saksi yang dikonfirmasi Kompas.com, Selasa, (7/9/2021).

Berita lain terkait pesugihan Gowa

(Kompas/ TribunTimur/ TribunMataram/ Tribunnews)

Sumber: Tribun Mataram
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved