Fakta Kasus Bocah Jadi Tumbal Pesugihan di Gowa: Kronologi, Dukun Ditangkap & Indikasi Kanibalisme

Berikut deretan fakta terkait kasus penganiayaan bocah di Gowa, Sulawesi Selatan.

Penulis: Irsan Yamananda | Editor: Irsan Yamananda
TribunMedan
Ilustrasi - Berikut deretan fakta terkait kasus penganiayaan bocah di Gowa, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNMATARAM.COM - Publik masih ramai membicarakan kasus penganiayaan yang menimpa seorang bocah berinisial AP (6) di Gowa, Sulawesi Selatan.

Kejadian nahas itu berlangsung di daerah Malino, Kecamatan Tinggimoncong.

Pelaku penganiayaan diketahui kedua orangtua korban.

Selain itu, paman, kakek hingga nenek korban juga turut melakukan penganiayaan.

Para pelaku diketahui berusaha mencungkil mata kanan korban dengan motif praktik pesugihan.

Sontak, hal tersebut membuat masyarakat naik pitam.

Baca juga: Polisi Tangkap Dukun yang Tumbalkan Bocah di Gowa: Warga Sudah Lama Resah dengan Praktik Pelaku

Baca juga: Jadi Tumbal Praktik Pesugihan Orangtua, Siapa yang Tanggung Biaya Operasi Mata Kanan Bocah di Gowa?

Seorang bocah perempuan menjani perawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sunggiminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan kondisi mata tercungkil diduga menjadi korban pesuguhan oleh orangtuanya. Jumat, (3/9/2021).
Seorang bocah perempuan menjani perawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sunggiminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan kondisi mata tercungkil diduga menjadi korban pesuguhan oleh orangtuanya. Jumat, (3/9/2021). (KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Kini, pelaku telah mengamankan keempat pelaku beserta seorang dukun.

Terungkap juga adanya praktik kanibalisme dalam kasus tersebut.

Korban juga diketahui sudah selesai melakukan operasi.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut deretan faktanya.

Baca juga: Buntut Kasus Orangtua Tumbalkan Anak di Gowa, Polisi Minta Warga Lapor Jika Ada Praktik Pesugihan

Kronologi

Korban dievakuasi oleh pamannya, Bayu (34) bersama petugas Babinkantibmas Malino yang memergoki korban tengah dianiaya. 

"Kami baru pulang dari pemakaman dan duduk di depan rumah korban dan tiba tiba kami dengar teriakan anak kecil menangis jadi kami masuk ternyata matanya sedang dicungkil oleh ibunya dan bapak, kakek dan neneknya memegang tangan dan kaki korban jadi kami langsung ambil ini anak untuk dievakuasi" kata Bayu, paman korban saat dikonfirmasi  Kompas.com, Jumat (3/9/2021) di rumah sakit.

Bayu menuturkan, korban diduga menjadi korban pesugihan oleh kerabatnya.

Sebab, ibu korban mengaku mendengar bisikan gaib, ditambah dengan kerapnya dilakukan ritual aneh pada malam tertentu di rumah korban.

"Di rumah itu memang mereka sering gelar ritual aneh seperti pesugihan dan mereka kerap berhalusinasi," kata Bayu.

Aparat kepolisian yang menerima laporan kini telah mengamankan lima orang terdiri dari kedua orangtua, paman serta kakek dan nenek korban.

Dua di antara pelaku kini dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar untuk menjalani pemeriksaan mental.

"Kejadian ini adalah kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) terhadap anak di bawah umur dan sampai saat ini kami telah mengamankan tiga orang dan dua sementara menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar sebab ada dugaan awal gangguan mental namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan rumah sakit, kata Kasat Reskrim Polres GowaAKP Boby Rachman, kepada Kompas.com pada Jumat, (3/9/2021).

Baca juga: Ditegur Tak Boleh Matikan Api Perapian, Pria NTT Gelap Mata, Ambil Parang & Aniaya 4 Orang Temannya

Dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka polisi menemukan fakta bahwa motif dari peristiwa ini adalah halusinasi dan bisikan gaib.

"Berdasarkan hasil interogasi dari para tersangka motifnya ini adalah halusinasi di mana tersangka kerap mendapat bisikan gaib yang mengharuskan melakukan kekerasan kepada korban," kata Boby Rachman seperti dikutip dari Kompas.com.

Ada Praktik Kanibalisme

Kapolres Gowa AKBP AKBP Tri Goffaruddin Pulungan menjenguk langsung bocah berinisial AP yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tinggimoncong Gowa di RSUD Syekh Yusuf, Sabtu (4/9/2021).
Kapolres Gowa AKBP AKBP Tri Goffaruddin Pulungan menjenguk langsung bocah berinisial AP yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tinggimoncong Gowa di RSUD Syekh Yusuf, Sabtu (4/9/2021). ((TribunTimur.com/Sayyid))

Paman korban menuturkan fakta baru yang tak kalah mengerikan dari sebelumnya.

Salah satunya adalah indikasi adanya praktik kanibalisme saat ritual pesugihan tersebut tengah berlangsung.

Perbuatan itu diketahui saat Bayu memergoki para pelaku tengah mencongkel mata korban.

"Informasi dari keluarga, praktik ilmu hitam ini telah lama mereka lakukan bahkan kulit luar mata kanan anak ini (korban) dimakan oleh ibunya dan ini saya tanyakan langsung kepada ibunya saat kami pergoki ritual mereka" kata Bayu, paman korban, Senin (6/9/2021), di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, mengutip Kompas.com.

Kondisi Korban Setelah Dioperasi

AP telah menjalani operasi mata kanan.

Operasi tersebut dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sungguminasa.

Namun,  operasi bedah mata ini sempat terhambat.

Hal itu terjadi lantaran kondisi mental korban yang mengalami traumatik mendalam.

Baca juga: Buntut Kasus Orangtua Tumbalkan Anak di Gowa, Polisi Minta Warga Lapor Jika Ada Praktik Pesugihan

Baca juga: Nasib Bocah 6 Tahun Tumbal Pesugihan Orangtua di Gowa, Bola Mata Masih Utuh Tapi Sel Alami Kerusakan

Dokter beberkan kondisi terkini bocah korban penganiayaan orangtua di Gowa setelah selesai dioperasi mata kanannya.
Dokter beberkan kondisi terkini bocah korban penganiayaan orangtua di Gowa setelah selesai dioperasi mata kanannya. ((TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID))

Bahkan, AP sempat enggan bertatap muka dengan orang lain.

Ia hanya mau berkomunikasi dengan pamannya.

Bedah mata itu dilakukan pada hari Senin (6/9/2021) pukul 08:00 Wita, di RSUD Syech Yusuf.

"Operasi ini tadi kami lakukan sebab sebelumnya kami kesulitan melakukan observasi terhadap pasien akibat traumatik mendalam di mana pasien enggan terbuka dan berkomunikasi dengan orang lain kecuali hanya dengan seorang pamannya" kata Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Syech Yusuf dr Suryadi, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Fakta Baru Bocah Gowa Tumbal Pesugihan, Kakak Tewas Sehari Sebelumnya Dicekoki 2 Liter Air Garam

Suryadi mengaku bahwa ada beberapa sel pada bagian mata yang rusak dan kemungkinan akan kembali normal mengingat usai korban masih belia.

"Memang ada beberapa sel mata yang rusak dan mudah mudah akan membaik sebab usai pasien masih anak-anak yang memungkinkan sel tersebut akan tumbuh kembali," kata Suryadi.

Pihak rumah sakit juga mengaku bahwa bola mata korban masih utuh dan sempat mengalami pembengkakan beberapa hari sebelumnya.

"Soal bola mata pasien masih ada dan mudah mudahan penglihatan pasien akan kembali normal" kata Suryadi.

Dukun Ditangkap

Polisi berhasil menangkap satu orang diduga menjadi dukun dalam ritual ilmu hitam tersebut.

Seperti diketahui, praktik ini menumbalkan mata kanan seorang anak berusia enam tahun.

Peristiwa tersebut terjadi di Lembang Panai, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Penangkapan sang dukun terjadi pada hari Selasa (7/9/2021).

Dukun tersebut diketahui berinisial SU (65).

Baca juga: Jadi Tumbal Praktik Pesugihan Orangtua, Siapa yang Tanggung Biaya Operasi Mata Kanan Bocah di Gowa?

Baca juga: Sempat Terhambat, Mata Bocah Korban Tumbal Pesugihan Ortu di Gowa Selesai Dioperasi, Ini Kondisinya

Aparat kepolisian Polres Gowa, Sulawesi Selatan tengah memeriksa seorang dukun berinisial SU (65) dalam kasus AP (6), bocah perempuan yang menjadi korban ritual ilmu hitam oleh kedua orangtuanya. Selasa, (7/9/2021).
Aparat kepolisian Polres Gowa, Sulawesi Selatan tengah memeriksa seorang dukun berinisial SU (65) dalam kasus AP (6), bocah perempuan yang menjadi korban ritual ilmu hitam oleh kedua orangtuanya. Selasa, (7/9/2021). (KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Hingga ini, SU masih menjalani pemeriksaan saksi.

Selain sang dukun, polisi juga memeriksa empat orang warga Lembang Panai.

Keempatnya pernah pernah melihat ritual yang dilakukan SU.

"Sampai ini baik sang dukun maupun empat lainnya yang baru kami amankan masih diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Kepolisian Sektor Tinggimoncong Iptu Hasan Fadly saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (7/9/2021) malam.

 Nasib Bocah 6 Tahun Tumbal Pesugihan Orangtua di Gowa, Bola Mata Masih Utuh Tapi Sel Alami Kerusakan

Hasan mengatakan, polisi juga sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) yang ternyata juga merupakan tempat tinggal dukun tersebut.

Di tempat itu, polisi menemukan ratusan batok kelapa yang diduga digunakan SU saat melakukan ritual.

Hasan juga menyebutkan, praktik yang dibuka SU di rumahnya sudah berlangsung lama. Beberapa tetangganya juga sudah resah.

"Warga yang memang sudah lama resah akan praktik pengobatan di rumah tersebut sebab korbannya rata tidak sadarkan diri usai menjalani pengobatan di rumah sang dukun," sebut Hasan.

MU, salah satu warga Tinggimoncong, mengaku sudah beberapa kali melihat perdukunan yang dijalankan SU.

Dia juga menyaksikan orangtua anak yang matanya hendak dikorbankan datang ke rumah SU lebih dari satu kali.

"Orangtua korban sering saya lihat tidak sadarkan diri di rumah itu (rumah dukun) dan nanti sadar kalau minum air kelapa" kata MU, salah seorang saksi yang dikonfirmasi Kompas.com, Selasa, (7/9/2021).

Berita lain terkait pesugihan Gowa

(Kompas/ TribunTimur/ TribunMataram/ Tribunnews)

Sumber: Tribun Mataram
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved