Breaking News:

Cium Adanya Tekanan, Pengacara Korban Dugaan Pelecehan di KPI: 'Ada Rencana Agar Terjadi Perdamaian'

Pengacara korban kasus dugaan pelecehan seksual di KPI mencium adanya tekanan pada kliennya.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ilustrasi - Pengacara korban kasus dugaan pelecehan seksual di KPI mencium adanya tekanan pada kliennya. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual Kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat masih bergulir.

Kini, muncul kabar soal rencana berdamai antara kedua belah pihak.

Seperti diketahui, terduga pelaku berencana akan melaporkan balik korban atas tuduhan penyebaran identitas dan pencemaran nama baik.

Wacana untuk damai ini muncul tak lama setelah kabar tersebut tersebar luas.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara terduga pelaku RT dan EO, yaitu Tegar Putuhena.

Menurutnya, opsi damai itu sudah dibahas oleh MS dan para terduga pelaku.

Baca juga: Baca Surat KPI, Hotman Paris: Tidak Ada Kata yang Menyatakan Saipul Jamil Tak Bisa Lagi Tampil di TV

Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan di KPI Berencana Laporkan Korban, dr Tirta Emosi: Titenono Koe Kabeh Bos

Ilustrasi - Pengacara korban kasus dugaan pelecehan seksual di KPI mencium adanya tekanan pada kliennya.
Ilustrasi - Pengacara korban kasus dugaan pelecehan seksual di KPI mencium adanya tekanan pada kliennya. (http://www.ladbible.com)

Pertemuan mereka dilangsungkan di Kantor KPI pada Rabu (8/9/2021).

"Klien kami kemarin hadir di KPI, diundang.

Bukan atas inisiatif klien kami.

Yang mengundang dari pihak sananya dengan informasi ini ada permintaan damai dari Saudara MS," kata Tegar, Kamis kemarin.

Baca juga: Justru Playing Victim, Pelaku Pelecehan di KPI Polisikan Balik Korban, Tak Terima Dibully Netizen

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved