Breaking News:

KPI Disebut Minta Korban Dugaan Pelecehan Berdamai, Ernest Prakasa Geram: 'Saya Sudah Tidak Percaya'

Ernest Prakasa mengaku geram dengan KPI yang disebut meminta korban dugaan pelecehan mencabut laporan dan tempuh jalur damai.

Editor: Irsan Yamananda
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Ernest Prakasa mengaku geram dengan KPI yang disebut meminta korban dugaan pelecehan mencabut laporan dan tempuh jalur damai. 

TRIBUNMATARAM.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi perbincangan warganet.

Kali ini, KPI mendapatkan banyak sentimen negatif atas tindakannya dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban berinisial MS diminta untuk menandatangani surat pernyataan damai.

KPI disebut-sebut meminta MS untuk tidak melanjutkan kasus yang dilaporkannya.

Sontak, hal tersebut menuai berbagai komentar dari publik.

Termasuk komika sekaligus sutradra Ernest Prakasa.

Baca juga: Laporan Terduga Pelaku Pelecehan di KPI Ditolak Polisi, Pengacara: Masih Ada Proses Tambahan

Baca juga: Larang Korban Dugaan Pelecehan Didampingi Pengacara Saat Bertemu Pelaku, Pihak KPI Ungkap Alasannya

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
Ilustrasi - Ernest Prakasa mengaku geram dengan KPI yang disebut meminta korban dugaan pelecehan mencabut laporan dan tempuh jalur damai.(Tribunnews)

Ia mengaku geram setelah mendapatkan informasi tersebut.

Ernest bahkan mengaku tak lagi menaruh kepercayaan pada Ketua KPI, Agung Suprio.

Hal itu ia ungkapkan lewat unggahan di akun Instagram-nya. 

Awalnya Ernest Prakasa berharap KPI dapat menyelesaikan masalah ini dengan cara yang adil sesuai ketetapan hukum. 

Baca juga: Cium Adanya Tekanan, Pengacara Korban Dugaan Pelecehan di KPI: Ada Rencana Agar Terjadi Perdamaian

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved