Breaking News:

Rencana Menkes Jual Vaksin Booster Covid-19 di Apotek, Tahun Depan Dijual Layaknya Obat

Teranyar, keputusan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memberikan vaksin booster pada masyarakat.

europeanpharmaceuticalreview.com
Ilustrasi vaksin Covid baru 

TRIBUNMATARAM.COM - Pemerintah Indonesia masih gencar-gencarnya memberikan vaksin kepada masyarakat dalam rangka menekan angka covid-19.

Teranyar, keputusan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memberikan vaksin booster pada masyarakat.

Vaksin ini akan dapat diperoleh dengan cara membeli di apotek.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah terus mematangkan rencana vaksin booster berbayar untuk masyarakat yang akan dimulai awal tahun depan.

Menurutnya, pemerintah merespons harapan rakyat bisa beli vaksin booster dan masyarakat nantinya bebas memilih vaksin sesuai kemauan masing-masing.

Budi Gunadi Sadikin
Budi Gunadi Sadikin (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Dia menyebut vaksin booster tersebut nantinya bisa dijual di apotek sehingga masyarakat bisa membeli dan memilih layaknya membeli obat.

Baca juga: Fakta Kasus Jual Beli Vaksin Covid-19 Ilegal: Pelaku ASN dengan Jabatan Penting di KKP Tarakan

Baca juga: Cara Unduh Sertifikat Vaksin Covid-19 Tak Cuma di Web Peduli Lindungi, Bisa Juga Lewat SMS

"Kita harapkan akan terbuka. Rakyat bisa membeli vaksinnya sendiri, bisa memilih vaksinya apa, sama seperti beli obat di apotek. Jadi ini akan kita buka pasarnya agar masyarakat bisa memilih membeli booster vaksin," kata Budi, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, vaksin yang akan disediakan pemerintah sebagai vaksin booster, merupakan vaksin yang telah memiliki izin penggunaan darurat atau EUA dari WHO maupun BPOM RI.

"Masih perlu kita finalisasikan lagi. Bahwa vaksin tahun depan yang akan menjadi vaksin booster tentunya sudah mendapatkan emergeny use atau izin penggunaan darutat dari WHO," ujar Menkes Budi.

Budi memaparkan bahwa ada sekitar 93,7 juta jiwa yang akan menjadi target vaksinasi booster berbayar ini.

Dari jumlah tersebut, katanya, pemerintah menggratiskan penerima vaksin booster yang masuk kategori penerima bantuan iuran (PBI), serta 4,4 juta anak-anak Indonesia yang mulai memasuki usia 12 tahun.

"PBI akan mendapatkan satu kali booster. Kita juga akan menyuntik anak-anak yang masuk umur 12 tahun itu ada 4,4 juta, disuntik 2 kali,  itu akan dibayar oleh negara APBN," ujarnya, dikutip dari Tribunnews.com dengan judul Menkes: Tahun Depan Beli Vaksin Booster Covid-19 di Apotek Layaknya Beli Obat

Selain itu, vaksinasi booster untuk masyarakat yang masuk kategori pekerja bukan penerima upah kelas III (PBPU III) juga akan dibayarkan melalui pemerintah daerah, dengan menggunakan dana yang akan dialokasikan oleh Kementerian Kesehatan.

"Sedangkan yang rakyat yang masuk ke PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) yang selama ini dibayar oleh pemda, nanti kita akan alokasikan dana bagi pemda untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga, tapi nanti akan menjadi beban pemda, nanti kita atur," ujarnya.

Budi juga mengatakan, rencana vaksin booster ini terus difinalisasi dengan sejumlah pihak.

"Rencananya kita masih finalkan satu atau dua kali putaran dengan teman-teman di pemerintahan," ujarnya.

Cara Unduh Sertifikat Vaksin

Langkah mengunduh sertifikat vaksin Covid-19, ada dua cara simak selengkapnya.

Download sertifikat vaksin Covid-19 via situs resmi pedulilindungi.id atau lewat SMS.

Unduh sertifikat vaksin Covid-19 resmi hanya melalui dua cara ini.

Sertifikat vaksin menjadi salah satu yang kini wajib untuk dikantongi.

Simak cara men-download sertifikat vaksin Covid-19, dari pedulilindungi.id atau buka link SMS dari 1199 di HP Anda berikut ini.

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19 untuk mencegah penularan COVID-19 di masa pandemi.

Jika sudah mendapatkan dosis vaksinasi Covid-19, masyarakat akan diiberikan bukti berupa sertifikat vaksinasi.

Warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat gagal mengikuti vaksinasi karena nomor induk kependudukan atau NIK KTP Elektronik dipakai warga orang lain.
Warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat gagal mengikuti vaksinasi karena nomor induk kependudukan atau NIK KTP Elektronik dipakai warga orang lain. (Wartakota/ Muhammad Azzam)

Sertifikat vaksinasi Covid-19 memuat data diri seperti nama, NIK, tanggal lahir, serta tanggal saat melakukan vaksinasi.

Baca juga: Temui Kendala saat Unduh Sertifikat Vaksin di Aplikasi Peduli Lindungi? Selesaikan dengan Solusi Ini

Baca juga: Prosedur Mendaftar Vaksin Umum di laman PeduliLindungi.id, Lengkap dengan Cara Unduh Sertifikat

Sertifikat vaksinasi dapat di-download melalui aplikasi dan laman pedulilindungi.id atau dengan membuka link SMS dari 1199.

cek daftar penerima vaksin lewat NIK
cek daftar penerima vaksin lewat NIK (pedulilindungi.id)

Download Sertifikat Vaksin Covid-19 Secara Online, dikutip dari Tribunnews.comdengan judul Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19, Klik pedulilindungi.id atau Buka SMS dari 1199

Cara 1

1. Klik laman pedulilindungi.id;

2. Lalu klik "Login" untuk masuk;

3. Jika Anda sudah memiliki akun Peduli Lindungi, klik tombol "Register";

4. Sedangkan jika Anda belum memiliki akun, segera buat akun dengan menuliskan nama lengkap serta nomor ponsel Anda;

5. Lalu klik "Buat Akun" untuk mendaftar;

6. Kemudian cek SMS dari PEDULICOVID pada nomor ponsel yang telah didaftarkan;

7. Setelah itu masukkan 6 digit nomor yang tertera pada SMS;

8. Nantinya sistem akan memverifikasi kode yang Anda input;

9. Kemudian setelah berhasil, klik " login";

10. Lalu klik kolom nama Anda yang terletak di pojok kanan atas laman Peduli Lindungi;

11. Nanti akan muncul tampilan sertifikat vaksin pertama dan kedua jika Anda telah menerima dua kali vaksinasi;

12. Kemudian, klik "Unduh Sertifikat" untuk mendownload, maka secara otomatis sertifikat vaksinasi akan ter-download.

Cara 2

1. Buka SMS pada ponsel Anda

2. Lalu cari pesan dengan pengirim bernomor 1199

3. Buka pesan yang dikirimkan

4. Pesan berisi sertifikat vaksinasi ke-1 yang diberikan secara daring melalui tautan

5. Jika ingin mengunduh, klik tautan yang dikirimkan pada pesan

6. Akan muncul gambar sertifikat vaksinasi dengan format png

7. Kemudian unduh sertifikat vaksinasi melalui HP atau PC Anda.

(Tribun Network/Rina Ayu/Chaerul Umam/sam)

Berita lain terkait vaksin

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved