Sebelum Tewas Ditembak, Ustaz di Tangerang Sempat Beri Uang ke Anak: 'Dia Pesan Jangan Bilang Ibu'

Berikut pesan terakhir ustaz di Tangerang kepada sang anak sebelum tewas ditembak.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews.com
Ilustrasi penembakan - Berikut pesan terakhir ustaz di Tangerang kepada sang anak sebelum tewas ditembak. 

Kala itu, Alif sempat perebutan handphone dengan adiknya yang paling bungsu berusia 7 tahun.

'Kemarin saya mau pakai handphone ayah saya, tapi diambil sama adik," ujar Alif dikutip dari WartaKota, Minggu (19/9/2021).

Namun ayahnya mendekati Alif. Alif pun dirangkul dan diberi uang.

"Saya dikasih uang Rp 50.000 sama ayah, biar saya yang mengalah," ucapnya tampak sedih.

Akhirnya Alif pun mengalah. Dan merelakan ponsel itu digunakan adiknya.

"Tapi saat saya dikasih uang itu, ayah pesan jangan bilang ke ibu," kata Alif sambil menangis sendu.

Baca juga: Jurnalis di Sumut Jadi Korban Penembakan, AJI Ungkap Berita yang Kerap Dimuat Media Online Mendiang

Tembakan Sempat Menyasar ke Rumah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan fakta baru terkait temuan proyektil di lokasi penembakan yang menewaskan seorang ustaz di Kelurahan Kunciran, Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Proyektil tersebut diduga digunakan pelaku untuk melukai korban hingga tewas.

Belum diketahui di bagian mana korban tertembak.

Namun, Yusri menyebut peluru itu menembus salah satu bagian tubuh korban.

Setelahnya, proyektil peluru yang digunakan menyasar ke rumah korban.

"Penembakan itu menembus (bagian tubuh korban), kemudian proyektilnya sempat menyasar ke pintu rumah korban," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (20/9/2021).

Di sisi lain, Yunus mengatakan, saat ini polisi telah memeriksa 5 orang saksi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved