Viral Hari Ini

Dikira Kerajaan, Ini Bentuk Perumahan Angling Dharma Pandeglang: Bangunan Luas dengan Gapura 4 Meter

Berikut deretan potret perumahan Agling Dharma Pandeglang yang sempat dikira kerajaan.

Editor: Irsan Yamananda
KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN
Berikut deretan potret perumahan Agling Dharma Pandeglang yang sempat dikira kerajaan. 

Melalui Juru Bicaranya, Ki Jamil Badranaya, mereka tidak mau disebut kerajaan dan dipanggil raja.

Sebutan untuk Sultan Jamaludin di komunitas tersebut, kata dia, adalah Baginda.

Jamil mengatakan, Jamaludin membangun rumah tersebut pada tahun 2002 silam.

Rumah itu dibuat berbeda dengan rumah lainnya di Desa Pandat karena Jamaludin memiliki gaya yang nyentrik.

Itu pernak-pernik saja, kata beliau itu ada filosofinya, jadi bukan dikaitkan dengan kerajaan atau sebagainya, memang beliau selalu nyentrik, seperti berpakaian, saya juga kadang tidak memahami kenyentrikan beliau," kata dia.

Jamil mengatakan, kecewa saat heboh pemberitaan yang menyebut pihaknya adalah kerajaan Angling Dharma.

Kata dia, rumah Angling Dharma bukan kerajaan, hanya tempat tinggal saja pemimpin dan santrinya.

Tak ingin dikaitkan dengan Sunda Empire

Dia juga keberatan saat dikait-kaitkan dengan Sunda Empire.

"Kami atas nama pribadi mengklarifikasi pemberitaan kemarin tidak benar.

Jangan dikaitkan dengan Sunda Empire dan sebagainya, itu semua bohong," kata Jamil.

Jamil mengatakan, di rumah tersebut Baginda Jamaludin tinggal bersama sejumlah orang yang terdiri dari santri hingga pekerja yang membangun rumah warga.

Di lingkungan tersebut aktivitasnya juga normal-normal saja, bahkan ada pengajian yang digelar setiap malam Jumat.

Jamil juga membantah jika para santri dan juga dirinya adalah pengikut Baginda Jamaludin yang disebut raja.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved