Breaking News:

Cerita Karyawan Toko Martabak di Cilandak Jadi Korban Perampokan: 'Pelaku 4 Orang, Umur-umur ABG'

Berikut cerita karyawan toko martabak di Jakarta Selatan yan menjadi korban perampokan.

Editor: Irsan Yamananda
Kompas.com
Ilustrasi - Berikut cerita karyawan toko martabak di Jakarta Selatan yan menjadi korban perampokan. 

“Saya sedang duduk main handphone.

Terus ada empat orang, umur-umur ABG-an masuk langsung merebut handphone.

Kemudian dia langsung mengancam saya dengan senjata tajam berupa celurit, parang,” ujar Supani saat ditemui di lokasi perampokan, Selasa (28/9/2021) dini hari.

Supani mengatakan, dirinya diminta jongkok di tembok dan tak banyak bergerak.

Satu pelaku menyatroni bagian dalam toko dan merampas handphone milik rekan Supani.

“Saya diancam, 'diam lo diam. Kalau enggak gue bacok'.

Kemudian enggak lama, temen saya yang dari pasar itu, dia juga kena.

Yang bonceng masuk ke dalam (toko), yang megang kemudi itu dikalungin celurit,” ujar Supani seraya menirukan ancaman komplotan perampok.

Baca juga: Beralasan Beli Kerupuk, Ibu Hamil Bersama Anak & Menantu Rampok Toko Sembako, Uang Rp 200 Juta Raib

Rekannya yang baru datang dari pasar dan masih berada di motor langsung menyerahkan handphone kepada komplotan perampok.

Kunci motor rekan Supani juga dirampas oleh komplotan perampok.

Seusai beraksi, komplotan perampok langsung tancap gas.

Ia melihat komplotan pelaku berjumlah delapan orang.

“Pelaku yang masuk empat orang, yang stand by di motor empat orang.

Ciri-ciri pelaku berperawakan kurus dan masih ABG.

Semuanya memakai masker,” kata Supani.

Ia mengatakan, kerugian yang dialaminya dan rekan-rekannya senilai Rp 4 juta.

Supani sudah melaporkan peristiwa perampokan ini ke Polsek Pasar Minggu.

Pantauan Kompas.com, Unit Kriminal Umum Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Selatan datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Anggota Unit Kriminal Umum melakukan penyisiran di sekitar TKP, mengambil keterangan korban, dan sejumlah saksi seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit".

Kasus Serupa

Aksi perampokan terjadi di rumah pasangan suami istri di Perumahan Bakti Pertiwi (BP) Kulon, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Korban adalah Ari (41) dan istrinya, Okni (38).

Sementara perampok beraksi seorang diri yang mebawa sebilah celurit.

 Kembali Senyum, Mbah Ginem Penjual Jajanan Pasar Korban Perampokan Orang Tak Dikenal Dibantu Jokowi

 Beralasan Beli Kerupuk, Ibu Hamil Bersama Anak & Menantu Rampok Toko Sembako, Uang Rp 200 Juta Raib

Okni menceritakan kronologi perampokan di rumahnya yang ada di Gresik
Okni menceritakan kronologi perampokan di rumahnya yang ada di Gresik (TribunJatim.com/ Willy Abraham)

Okni menceritakan perampokan terjadi berawal saat listrik di rumahnya mati.

Modusnya, pelaku mematikan aliran listrik melalui MCB (Mini Circuit Breaker) di teras rumah, sebelum masuk ke dalam rumah menguras harta korban.

Wanita berkerudung hijau saat ditemui awak media di kediamannya terlihat berusaha tenang, beberapa hari lalu, harta senilai jutaan rupiah raib digondol satu orang perampok.

Okni menceritakan kronologi perampokan yang menimpa keluarganya itu.

“Sabtu (3/4/2021) dinihari sekitar pukul 01.00 listrik rumah saya mati, saya kira jeglek karena pakai AC jadi tidak kuat. Saya dan suami ke teras menyalakan listrik naik meja."

"Setelah listrik nyala, saya tutup pintu samping masuk mematikan lampu di ruang tengah. Tiba-tiba listrik rumah mati lagi, ternyata ada maling di teras rumah,” kata dia, Senin (5/4/2021).

Okni mengaku bersama suaminya yang baru saja sembuh dari penyakit stroke kembali menengok MCB karena listrik kembali mati.

Saat membuka sedikit pintu lorong samping, langsung didobrak oleh seorang perampok.

Suaminya yang bekerja di lingkungan ASN Pemkab Gresik langsung jatuh tersungkur dan diikat menggunakan tali rafia di kedua tangannya.

Kemudian Okni melihat perampok yang menutupi wajahnya dengan topeng, sarung tangan dan kaus kaki membawa sebilah celurit.

“Saya dan suami diancam dibunuh saat itu,” ucapnya.

Kedua tangan Okni juga diikat tali rafia, rambutnya ditarik oleh pelaku sambil membawa sebilah celurit.

Dia dipaksa untuk menunjukkan barang-barang berharganya yang disimpan di dalam rumah.

Pertama, menemukan sebuah handphone di atas kursi, kemudian uang di dompet sebesar Rp 800 ribu.

Tidak sampai di situ, Okni kembali dipaksa menunjukkan harta lainnya di dalam kamar.

Dua buah handphone di atas kasur beserta power bank atau pengisi daya ikut diambil.

Dia meminta password atau kata sandi membuka handphone berupa enam digit dan dossbook.

 Plastik Hitam Ciri Khas Pembunuhan Berantai Bogor, Modus Kenalan di Medsos, Kencan & Rampok Barang

Sambil menarik rambut korban, perampok ini memaksa membuka lemari di dalam kamar.

Di situ, pelaku membawa uang korban sebesar Rp 7 juta dan perhiasan berupa cincin, kalung dengan total seberat 33 gram.

“Dia juga minta kunci sepeda motor honda Beat sama STNK,” kata dia seperti dikutip dari Tribunjatim.com dengan judul Cerita Wanita di Gresik Saat Rumah Dirampok, Tangan Diikat dan Rambut Dijambak, Suami Tergolek Lemas.

Korban mengaku kurang lebih 20 menit, perampok menarik rambutnya sambil membawa celurit untuk mengacak-acak isi rumahnya.

Sementara sang suami yang baru sembuh dari sakit stroke, hanya bisa tergolek lemas di lantai lorong rumah di sebelah samping dengan kondisi tangan terikat.

“Terakhir minta kunci rumah, dan enam jilbab saya dibuat mengikat mulut dan kaki saat di dalam kamar. Saya mendengar suami saya teriak ampun kemudian pelaku pergi dengan membuka pagar dan membawa tas ransel,” terangnya.

Setelah itu, dia melepaskan ikatan tali rafia di tangan yang mulai kendor dan melepas jilbab yang diikat di mulut, mata serta kaki kemudian mendatangi suami.

“Suami saya bilang aman, langsung saya hampiri dan gendong ke ruang tengah,” tuturnya.

Okni yang baru saja dikuras hartanya langsung menghubungi keluarganya menggunakan handphone kecil berwarna hitam.

Adiknya yang tinggal di Randuagung datang dan langsung melacak keberadaan tiga ponsel yang dicuri sekitar pukul 01.30.

“Saya lacak orangnya sedang di warung kopi di Jalan Usman Sadar, saya datangi sama adik. Ternyata sudah pergi. Kata penjaga warung kopi, pelaku pesan es teh kemudian jalan kaki ke arah pasar,” terangnya.

Okni langsung melaporkan peristiwa ini ke kantor polisi terdekat. Kemudian dia mengunci tiga ponsel yang dicuri pelaku melalui akun email pribadi.

Dikatakannya, polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediamannya.

Sementara sang suami bernama Ari kembali tergolek lemas di kamar karena kembali menderita stroke usai di dobrak oleh perampok saat kejadian.

Artikel lainnya terkait perampokan

(Kompas/ Wahyu Adityo Prodjo)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved