Dulu Bukan Orang Baik & Kini Taubat, Muazin di Medan Diserang Jemaah: 'Dibilang Jual Sabu di Masjid'

Berikut kronologi penganiayaan muazin di Medan oleh jemaah masjid, keduanya sempat cekcok.

Editor: Irsan Yamananda
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi - Berikut kronologi penganiayaan muazin di Medan oleh jemaah masjid, keduanya sempat cekcok. 

Diakuinya, Syawal dulu bukan orang baik-baik.

Namun dia kini bertobat dan jadi muazin di masjid tersebut.

"Ku bilang sama pelaku, entah apa-apa lah ngomong mu, memang benar aku jual sabu, tapi itu dulu.

Aku sekarang sudah bertobat, tak bisa rupanya orang bertobat," kata Syawal menirukan perkataannya pada pelaku.

Saat itu, pelaku langsung menyerang Syawal dengan mendorong Syawal ke dinding.

Baca juga: Ditegur Tak Boleh Matikan Api Perapian, Pria NTT Gelap Mata, Ambil Parang & Aniaya 4 Orang Temannya

"Aku terjatuh.

Gelas yang ku pegang itu pecah dan mengenainya.

Di situlah pelaku makin emosi dan langsung mengeluarkan pisau karter sambil menyerang ku," katanya.

Saat itu, kata Syawal, pelaku sempat menghujamkan pisau itu ada dirinya namun bisa menghindar.

"Kena ke kuping saya sampai dapat 39 jahitan.

Saya di masjid itu tugasnya membersihkan masjid dan azan saja nya.

Makanya saya heran kenapa dia begitu," kata Syawal.

Adapun penganiayaan tersebut dilatarbelakangi terkait perebutan jabatan Ketua Badan Kenaziran Masjid seperti dikutip dari Tribun-Medan.com dengan judul Diduga Rebutan Jadi BKM Raudhatul Islam, Telinga Nazir Masjid Terbelah Disayat Pisau,

Kasus Serupa

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved