Breaking News:

Melapor ke LPSK, Korban Dugaan Pelecehan Seksual dan Perundungan KPI Dinyatakan Mengidap Paranoid

Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di KPI melapor ke LPSK untuk meminta perlindungan.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews
Ilustrasi - Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di KPI melapor ke LPSK untuk meminta perlindungan. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kasus dugaan penganiayaan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih terus berlanjut.

Teranyar, korban MS, melapor ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Ia berharap LPSK bisa memberikan perlindungan dalam menghadapi proses hukum yang tengah bergulir.

Lebih detailnya, MS meminta LPSK bisa menjamin bahwa ia tidak akan dilaporkan balik oleh terduga pelaku.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin.

Saat ini, lanjut Mualimin, kliennya memang tidak pernah mendapatkan ancaman langsung dari para terduga pelaku.

Baca juga: Polisi Alami Kesulitan Ungkap Kasus Pelecehan & Perundungan di KPI Pusat, TKP Jadi Sebab

Baca juga: KPI Putuskan Tutupi Hasil Investigasi Kasus Pelecehan Seksual, Alasannya Takut Jadi Polemik

Ilustrasi KPI - Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di KPI melapor ke LPSK untuk meminta perlindungan.
Ilustrasi KPI - Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di KPI melapor ke LPSK untuk meminta perlindungan. (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Hanya saja, mereka sempat hendak melaporkan balik MS ke polisi.

Rupanya, hal tersebut  membuat MS ketakutan.

"Jadi harapan kami LPSK bisa memberikan perlindungan pada korban, salah satunya bisa memastikan agar jangan sampai terduga pelaku ini melaporkan balik korban karena proses hukum juga masih berlangsung," kata Mualimin saat dihubungi, Senin (27/9/2021).

Dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban, dijelaskan bahwa jika ada laporan tindak pidana yang dituduhkan kepada saksi dan korban, maka yang lebih dulu diproses adalah tindak pidana pertama yang dialami saksi dan korban.

Baca juga: Sherina Munaf Minta Dugaan Pelecehan di KPI Ditindak, Bukan Diredam: Saya Berdiri Bersama Korban

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved