Breaking News:

Melapor ke LPSK, Korban Dugaan Pelecehan Seksual dan Perundungan KPI Dinyatakan Mengidap Paranoid

Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di KPI melapor ke LPSK untuk meminta perlindungan.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews
Ilustrasi - Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di KPI melapor ke LPSK untuk meminta perlindungan. 

Menurut Mualimin, hasil kliennya menjalani pemeriksaan selama sekitar dua jam, yang dimulai pukul 10.00 WIB.

Total ada 40 pertanyaan yang diajukan psikolog.

Hasil pemeriksaan itu menyatakan MS mengidap paranoid atau ketakutan berlebih.

"Tadi hasil pemeriksaannya menyatakan korban ini mengalami pikiran yang terlalu takut pada sesuatu dengan tingkat yang lebih tinggi di atas orang dewasa.

Serba paranoid dalam menghadapi segala hal," kata Mualimin.

Mualimin menduga rasa paranoid itu muncul akibat trauma berkepanjangan MS saat mengalami pelecehan seksual dan perundungan oleh rekan kerjanya.

Ditambah lagi dengan kasus hukum yang kini tengah bergulir dan juga tekanan pada kliennya.

Oleh karena itu, Mualimin pun berharap LPSK segera memutuskan untuk memberi perlindungan pada MS.

Kasus pelecehan seksual dan perundungan yang menimpa MS ini mencuat setelah ia menulis surat terbuka yang kemudian viral di media sosial pada Rabu (1/9/2021) lalu.

Baca juga: KPI Disebut Minta Korban Dugaan Pelecehan Berdamai, Ernest Prakasa Geram: Saya Sudah Tidak Percaya

Dalam surat terbuka itu, MS mengaku sudah menjadi korban perundungan sejak ia bekerja di KPI pada 2012.

Bahkan ia juga sempat mengalami pelecehan seksual oleh lima orang rekan kerjanya pada 2015 di ruang kerja.

MS mengaku sudah pernah melaporkan hal tersebut ke atasan dan Polsek Gambir pada 2019 lalu, namun laporannya tak pernah ditindaklanjuti.

Setelah surat terbukanya viral, KPI dan Kepolisian baru bergerak mengusut kasus ini.

KPI telah menonaktifkan 8 terduga pelaku pelecehan seksual dan perundungan terhadap MS untuk mempermudah investigasi.

Sementara itu, Polres Jakpus telah memeriksa 5 terlapor yang disebut telah melakukan pelecehan seksual terhadap MS.

Propam juga dilibatkan untuk menyelidiki adanya dugaan pembiaran pada laporan yang pernah disampaikan MS ke Polsek Gambir seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik".

KPI Pilih Tutupi Hasil Investigasi

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersikeras melakukan investigasi tertutup atas kasus pelecehan seksual yang dilakukan pegawainya.

Pihaknya memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasil investigasi.

Alasannya, agar tidak ada polemik di tengah masyarakat atas hasil investigasi tersebut.

Proses hukum terhadap korban pelecehan dan perundungan yang diduga dilakukan sesama pegawai KPI masih berlanjut.

KPI telah membuat tim internal untuk melakukan investigasi terkait peristiwa yang terjadi di institusinya.

Kuasa hukum korban mempertanyakan hasil investigasi internal tersebut yang tak pernah diungkap kepada publik.

KPI berkilah bahwa hasil investigasi itu tidak untuk dipublikasikan.

Meski begitu, KPI menyebut bahwa komitmen pihaknya untuk mengusut kejadian yang dialami korban berinisial MS terus dilakukan.

Baca juga: Kembalikan Honor dari KPI, Robby Purba: Dibilang Bentuk Protes Bukan, Hanya Hati yang Kurang Nyaman

Baca juga: Sherina Munaf Minta Dugaan Pelecehan di KPI Ditindak, Bukan Diredam: Saya Berdiri Bersama Korban

"Jadi yang pertama sikap KPI sejak awal terkait kasus ini kan kita menghormati proses hukum. Soal investigasi internal itu adalah domain dari kebutuhan internal dan kami sudah kemudian memutuskan para terduga pelaku untuk dibebastugaskan agar bisa melaksanakan proses hukum. Itu menunjukkan komitmen kami dalam upaya menyelesaikan masalah ini," kata Komisioner KPI, Hardly Stefano, kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Hardly yang juga anggota tim investigasi internal KPI mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan upaya penyelesaian kasus MS.

Ia menegaskan, siap memberikan hasil investigasi kepada polisi jika diperlukan dan menjamin hasil investigasi internal KPI tak mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami terbuka, apabila dibutuhkan oleh aparat penegak hukum atau oleh lembaga berwenang kami akan menyerahkan hasil investigasi tersebut. Karena apa, kami melakukan itu agar kemudian tidak memengaruhi atau tidak menjadi polemik dalam berbagai bentuk opini," ujarnya.

Kata Hardly, pihaknya berkomitmen memberikan data, termasuk hasil investigasi internal kepada kepolisian apabila dibutuhkan.

Ilustrasi penganiayaan - Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di KPI melapor ke LPSK untuk meminta perlindungan.
Ilustrasi penganiayaan - Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di KPI melapor ke LPSK untuk meminta perlindungan. (http://www.ladbible.com)
Dia berharap hasil investigasi internal KPI bisa membantu mengungkap kasus dugaan pelecehan tersebut.

Terakhir, Hardly mengatakan KPI senantiasa dan mendukung semua langkah proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

Hasil penyidikan polisi, akan dijadikan rujukan untuk tindakan KPI selanjutnya terhadap para pegawainya yang terbukti bersalah, dikutip dari TribunnewsBogor.com dengan judul Tidak Publikasikan Hasil Investigasi Kasus Pelecehan Pegawainya, KPI Tak Ingin Jadi Polemik

"Apapun keputusan polisi nanti, kami hormati karena aparat lebih memiliki kewenangan. Atas dasar wewenang itu, hasil penyelidikan nanti akan dijadikan KPI untuk tindakan selanjutnya," ujar Harldy.

Sampai saat ini, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat masih memproses laporan MS terkait kejadian yang ia alami dalam kurun waktu 2012-2015 di KPI. Polisi telah memeriksa lima orang terlapor yakni RM, MP, RT, EO, dan CL.

Berita lain terkait pelecehan di KPI Pusat

(Kompas/ Ihsanuddin)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved