Polisi Akui Sebenarnya Tak Sulit Kuak Pelaku Pembunuhan Subang, Cuma Hati-hati: Kejahatan Luar Biasa

Pasalnya, pembunuhan yang dilakukan terhadap ibu dan anak ini masuk kejahatan luar biasa.

Penulis: Salma Fenty | Editor: Salma Fenty Irlanda
Tribun Jabar/Dwiki MV
Petugas kepolisian saat kembali mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). 

"Tapi pada akhirnya dibeliin sama Amalia yaudah lah daripada masalah, kita juga harus bijak, saya sebagai kakak tertua jadi harus bisa nyeimbangin yaudah beliin aja," katanya.

Baca juga: Sama-sama Disudutkan Terkait Pembunuhan di Subang: Yosef Berani Disumpah, Istri Muda Pilih Diam

Dalam kasus Subang, motor NMAX menjadi petunjuk mengungkap kasus.

Kepolisian menemukan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang menunjukkan motor NMAX.

Pelaku kasus Subang masih belum tertangkap.

Sampai dengan saat ini pihak kepolisian masih belum bisa mengungkap kasus yang sudah menjadi sorotan publik ini.

Sudah memasuki hari ke 40 ini, keluarga korban perampasan nyawa ibu dan anak desak pihak kepolisian agar secepatnya menemukan dan menangkap pelaku yang sudah berbuat keji tersebut.

Tempat 'Rahasia' Kunci Rumah

Tak ditemukan tanda kerusakan dan pemaksaan masuk ke rumah korban.

Sontak, muncul dugaan bahwa pelaku pembunuhan merupakan orang dekat atau mengenal korban.

Yosef, suami Tuti dan ayah dari Amalia, menjelaskan kepemilikan kunci rumah.

Mengingat hal tersebut bisa menjadi petunjuk pengungkapan kasus.

Dikutip dari KompasTV, Yosef mengatakan tidak ada yang memegang kunci rumah selain korban.

"Yang pegang kunci hanya satu-satunya, mamanya (Tuti), yang di dalam. (Yosef) Enggak pegang. Pintu belakang saya lihat ada kuncinya tergantung," ujar Yosef.

Baca juga: Anak Korban Pembunuhan di Subang Ngaku Kecewa pada Yosef: Tidak Pernah Datang di Pengajian Rutin

Yoris, anak Yosef sekaligus kakak Amalia, menjelaskan tempat rahasia yang biasa digunakan untuk menyimpan kunci rumah.

Tempat tersebut juga diketahui oleh keluarga.

"Papah sih (yang memegang kunci). Jadi kadang-kadang kita berangkat kunci suka disimpan di pot. Papah, keluarga inti (tahu tempat kunci)," ungkap Yoris.

Yosef adalah orang pertama yang masuk ke rumah di hari kejadian.

Saat itu, Yosef pulang dari rumah Mimin, istri mudanya.

Yosef yang melihat rumah dalam keadaan berantakan pergi menuju rumah keponakan Tuti, Danu.

Ia menduga Tuti dan Amalia telah diculik sebab ia belum menemukan jasad ataupun sosok Tuti dan Amalia.

Namun, Danu saat itu tidak menanggapi Yosef dan kembali tidur hingga diberi tahu oleh ibunya bahwa Tuti dan Amalia diculik.

Kemudian Yosef pergi ke Polres Subang untuk melaporkan kejadian di rumahnya.

Yosef kembali ke lokasi kejadian bersama polisi dan warga sudah berkumpul di rumah Tuti dan Amalia.

Ia baru mengetahui jasad Tuti dan Amalia setelah diberi tahu warga yang berkumpul di lokasi.

Pelaku Diduga Mandikan Korban Sebelum Dibawa ke Bagasi

Berdasarkan informasi yang beredar, mereka diduga kuat dieksekusi di dalam rumah dengan lokasi berbeda.

Sang ibu, Tuti, diduga dibunuh terlebih dahulu.

Nyawanya diduga dihabisi pelaku pada hari Rabu dini hari di kamarnya.

Sementara Amalia diduga dibunuh menjelang pagi harinya.

Selain itu, korban Amalia diduga melakukan perlawanan.

Dugaan itu muncul setelah melihat kondisi rumah yang berantakan.

Seusai kedua korban tewas, pelaku juga diduga memandikan keduanya.

Kedua jenazah korban pembunuhan ibu dan anak di subang itu dimandikan dulu di kamar mandi sebelum dimasukkan bagasi mobil Alphard yang terparkir di garasi.

Yoris Sempat Ancam Yosef Pakai Golok

Ada pihak yang menyebutkan bahwa Yoris temperamental.

Baca juga: Anak Korban Pembunuhan di Subang Bongkar Kelakuan Yosef, Ungkap Alasan Suami Tuti Tak Ikut Tahlilan

Tak hanya itu, rupanya ia juga sempat mengancam ayahnya, Yosef pakai golok.

Terkait hal itu, Yoris menjelaskan kronologi versinya dalam saat diwawancara dalam program AIMAN yang dikutip Tribunjabar.id dari KompasTV, Selasa (28/9/2021).

Yoris mengatakan kejadian membawa golok itu sudah terjadi hampir satu dekade yang lalu.

Saat itu, Yoris sangat marah karena kelakuan Yosef yang memiliki istri muda.

"Kalau masalah itu sudah lama ya, sudah silam, sekitar 2010 atau 2009 kalau enggak salah. Saya bawa golok tumpul itu membela ibu," kata Yoris.

Tidak bisa menahan amarah, Yoris mendatangi ayah untuk memperingatinya.

Yoris menjelaskan kemarahannya disebabkan ibu dan adiknya berpapasan dengan Yosef yang sedang bermesraan dengan Mimin.

Pengakuan Yoris dan Yosef terkait pembunuhan di Subang.
Pengakuan Yoris dan Yosef terkait pembunuhan di Subang. (Kolase Kompas TV)

"Marah ke papah. Mamah itu sama Amel (Amalia) berpapasan dengan papah sama Mimin sambil bermesraan si papah itu," ujarnya.

Kata Yoris, Tuti mengadu kepadanya soal kejadian tersebut sembari menangis.

"Kelihatan itu, mungkin langsung mamah nangis, ke aa ngadu. Aa itu mamah sama Amel, itu ngelihat Mimin sama ini, mamah enggak kuat, gitu-gitulah. Langsung saya marah. Mana papah (mengacungkan tangan) plek ke motor orang (memukulkan golok ke motor)," ungkap Yoris.

Baca juga: Anak Korban Pembunuhan di Subang Ngaku Kecewa pada Yosef: Tidak Pernah Datang di Pengajian Rutin

Setelah itu, Yoris ditenangkan oleh satpam yang ada di lokasi kejadian.

Artikel lainnya terkait pembunuhan

Sumber: Tribun Mataram
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved