Breaking News:

Detik-detik Pemandu Wisata Digigit Komodo, Pangkal Paha Disergap Si Kadal Raksasa: 5 Menit Berjibaku

Berikut kronologi pemandu wisata digigit komodo, beruntung masih bisa diselamatkan.

Editor: Irsan Yamananda
TRIBUNNEWS/HARI DARMAWAN
Berikut kronologi pemandu wisata digigit komodo, beruntung masih bisa diselamatkan. 

Awalnya, Anton sedang mengamankan area kerja penataan sarana dan prasarana wisata alam Resort Loh Buaya.

Sekitar pukul 16.50 Wita, Anton yang bertugas menghalau komodo agar tidak terlalu dekat dengan pekerja lain di Resort Loh Buaya tiba-tiba terjatuh.

"Seketika, biawak Komodo dewasa tersebut menyergap pangkal paha Anton dengan cepat," jelas Awang dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (6/10/2021) malam.

Anton pun berusaha melepaskan gigitan komodo itu.

Akibatnya, naturalist guide itu menderita luka sayatan.

Para naturalist guide lain bersama jagawana Balai Taman Nasional Komodo juga berusaha menolong Anton.

Sekitar lima menit berjibaku, akhirnya gigitan komodo itu bisa dilepaskan.

Anton pun mendapatkan pertolongan darurat pertama.

Baca juga: Kronologi Hilangnya Wanita di Jambi Hingga Ditemukan di Mulut Buaya, Bermula dari Masakan Gosong

Tim yang berada di lapangan terus memantau kondisi luka Anton sambil menunggu kapal untuk membawa naturalist guide itu ke rumah sakit.

Sekitar pukul 17.30 Wita, kapal cepat milik Taman Nasional Komodo tiba di Resort Loh Buaya.

Anton langsung dinaikkan ke kapal dan dibawa ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Masih dirawat intensif

Warga lokal itu tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.30 Wita dan langsung mendapatkan perawatan intensif.

Sampai saat ini, Anton masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

"Balai Taman Nasional Komodo bersama dengan Koperasi Serba Usaha Taman Nasional Komodo hingga kini terus mengobservasi kondisi kesehatan Anton," ungkapnya.

Kasus Serupa

Ilustrasi buaya
Ilustrasi - kasus warga di Jambi diserang buaya(Tribunnewsmaker Kolase)

Di tempat lain, warga SK 8 jalur 3, Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Tanjung Jabung Timur, Jambi dibuat geger dengan sesosok tubuh manusia berada di mulut buaya.

Korban diketahui bernama Sugiarti 40), seorang wanita yang tercatat sebagai warga SK 8, Jalur 3, Desa Catur Rahayu.

Awalnya Sugiarti dinyatakan hilang di Sungai Primer Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin (25/1/2021) sekira pukul 06.00 WIB.

Kabar hilangnya Sugiarti bermula dari kecurigaan suaminya yang bernama Hardi mendapati masakan istrinya yang masih di atas perapian gosong.

Ia kemudian mencari ke sungai namun tak mendapati istrinya.

Baca juga: Viral Wanita Diseret Mobil Diduga Milik DPRD Sulut, Isi Percakapan Terekam, Nama Ini Disebut

Saat dikonfirmasi Tribun Hardi menuturkan, sebelum menghilang istrinya sempat mengeluh sakit perut dan ingin buang hajat.

"Rencananya pagi ini mau mengantar anak saya ke pondok di Jambi. Jadi istri saya buat jajanan untuk sangu anak saya, karena kebelet sakit perut dan ke belakang itulah terakhir saya lihat istri saya," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Saat kejadian, adik korban sempat mendengar teriakan dan suara sesuatu terhempas ke air.

Baca juga: Viral Video Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak saat Divaksin Covid-19, Bantah Takut Cuma Trauma

Namun, si adik tadi tidak mengetahui jika kakaknya saat itu berada di belakang (sungai) sedang buang hajat.

Berbekal informasi tersebut akhirnya keluarga dibantu warga bersama-sama mencarai Sugiarti.

Setelah melakukan upaya pencarian selama berjam-jam, warga tak kunjung menemukannya.

Hingga akhirnya warga mendapat kabar bila ada anak-anak-anak yang melihat buaya di sekitar sungai dan menuju muara.

"(buaya) Dengan membawa seperti sampah di mulutnya," kata Asgawi (60) warga yang menemukan tubuh Sugiarti.

Kemudian warga pun menyusuri sungai dan memfokuskan pencarian di sekitar muara.

Baca juga: Viral di TikTok Pria Berwajah Mirip Aktris Vanesha Prescilla, Disebut Milea Banget

"Setelah sekian lama melakukan pencarian, sesuai feeling, pencarian kita difokuskan menuju ke muara sungai yang cukup besar," ujar Asgawi.

Korban ditemukan di mulut buaya

Setelah enam jam pencarian, akhirnya ditemukan lah seekor buaya berukuran cukup besar.

Buaya tersebut memiliki panjang sekira empat meter.

"Akhirnya kita berhasil menemukan buaya yang dicari, berjarak 4 kilometer dari TKP (tempat kejadian perkara)," katanya

Melihat ada sesuatu di mulut buaya, Asgawi pun langsung melakukan pengejaran.

Berbekal alat setrum, buaya sepanjang empat meter itu disetrum.

Akhirnya buaya besar itu melepaskan mangsanya.

"Pas kita lihat itu buaya langsung kita kejar, terus disetrum. Karena tidak tahan akibat kesetrum listrik tadi, akhirnya korban dilepaskan dari gigitannya," ujarnya

Setelah itu mereka langsung menarik korban.

"Korban langsung kita tarik," ujarnya.

Baca juga: Viral Video Asusila Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi RSUD Dompu, 2 Petugas RS Jadi Tersangka

"Kondisi sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Asgawi.

Asgawi mengatakan, jika melihat arah buaya tersebut, korban akan dibawa ke muara buaya yang lebih luas dan dalam atau istilah disebut lubuk.

"Jika terlambat sedikit kemungkinan korban untuk ditemukan akan sulit. Mengingat tidak jauh dari TKP sudah merupakan muara buaya," ujar Asgawi.

Kondisi jenazah utuh

Kondisi tubuh Sugiarti masih utuh dan hanya mengalami sedikit luka.

"Berdasarkan dari hasil visum luar di Puskemas Pembantu Dendang, memang tidak ada tanda-tanda serangan buaya. Hanya saja ada luka lebam pada wajah dan luka gores pada bagian perut korban," ujar Kepala Puskemas Pembantu Kecamatan Dendang, Adi.

Terkait lebam di tubuh korban, pihaknya tidak berani berspekulasi apakah akibat benturan kayu atau hal lain.

"Intinya apa yang kita temukan itu yang kita catat, untuk penyebabnya kita tidak mengetahui. Berdasarkan keterangan keluarga korban memiliki riwayat asma," jelasnya.

Perwakilan BKSDA Provinsi Jambi, Farid, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com mengatakaan pihaknya saat ini sudah berada di lokasi kejadian dan melakukan survei lokasi.

"Kemungkinan untuk tindak selanjutnya, kita akan melakukan penangkapan terhadap buaya tersebut," katanya.

Artikel lainnya terkait Komodo

(KOMPAS.com/Kontributor Maumere, Nansianus Taris)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved