Alasan Polisi Hentikan Kasus '3 Anak Saya Dirudapaksa': Korban Disebut Peluk Ayah Saat Dipertemukan

Berikut alasan polisi menghentikan kasus dugaan ayah rudapaksa ketiga anaknya.

KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi - Berikut alasan polisi menghentikan kasus dugaan ayah rudapaksa ketiga anaknya. 

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan yang dikonfirmasi, Kamis (7/10/2021) mengatakan, kasus yang viral di medsos itu laporannya adalah pencabulan terhadap anak di bawah umur sebanyak 3 orang.

Baca juga: Cabuli 26 Siswa Laki-laki di Sumsel, Guru Pesantren: Penyimpangan Baru Tahun Lalu Karena Penasaran

“Pada saat itu dilakukan pemeriksaan oleh Polres Luwu Timur yang menangani kasus tersebut, kemudian dilakukan pemeriksaan.

Tentunya kalau kasus pencabulan, langkah pertama dilakukan pemeriksaan terhadap korban juga dilakukan visum organ intim,” katanya.

Namun, dalam pemeriksaan di Puskesmas Malawi, Luwu Timur, lanjut Zulpan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual.

Kemudian, ketiganya dirujuk ke RS Bhayangkara di Makassar untuk memastikan kembali, tapi hasil visumnya juga menyimpulkan bahwa tidak ada tanda-tanda luka pada kemaluan ketiga korban maupun tanda-tanda kekerasan seksual.

“Artinya, tidak ada yang menguatkan bahwa kasus tersebut pencabulan," ungkapnya.

Korban Malah Peluk Terduga Pelaku Saat Dipertemukan

Ilustrasi - Berikut alasan polisi menghentikan kasus dugaan ayah rudapaksa ketiga anaknya.
Ilustrasi - Berikut alasan polisi menghentikan kasus dugaan ayah rudapaksa ketiga anaknya. (TribunJakarta)

Pihak berwajib juga melakukan tes psikologi terhadap korban.

"Kemudian dilakukan juga psikologi terhadap ketiga korban.

Lalu dipertemukan dengan bapaknya, tapi tidak ditemukan traumatik ketiga korban.

Malah saat dipertemukan, ketiga korban memeluk bapaknya dan bahkan mau dipangku oleh bapaknya,” jelasnya.

Pada saat itu juga, ungkap Zulpan, ibu korban yang melaporkan kasus pencabulan itu juga dilakukan pemeriksaan psikologi.

Ibu Korban Diduga Waham

“Hasil pemeriksaan psikiater menerangkan bahwa ibu ini menderita waham atau ada satu tingkat lah dari kurang waras,” ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Mataram
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved