Kasus 3 Anak Saya Dirudapaksa Dihentikan karena Tak Cukup Bukti, Ibu Korban Klaim Ada Petunjuk Baru

Ibu korban dalam kasus '3 anak saya dirudapaksa' mengklaim bahwa dirinya punya bukti baru.

Editor: Irsan Yamananda
TribunJakarta
Ilustrasi - Ibu korban dalam kasus '3 anak saya dirudapaksa' mengklaim bahwa dirinya punya bukti baru. 

Bintang menambahkan, aparat juga harus mengutamakan hak-hak anak yang menjadi korban.

Baca juga: Ayah yang Dituduh Istrinya Rudapaksa Ketiga Anak Kandung di Luwu Buka Suara, Mengaku Takut

Baca juga: Pejabat & Politikus Rudapaksa 4 Siswi di Papua, Dikabarkan Berakhir Damai, KPAI: Tindak Pidana Berat

Menteri PPPA Bintang Puspayoga minta kasus pemerkosaan anak di Luwu Timur dibuka kembali jika bukti sudah cukup.
Menteri PPPA Bintang Puspayoga minta kasus pemerkosaan anak di Luwu Timur dibuka kembali jika bukti sudah cukup. (kemenpanpppa.go.id)

Ia pun turut meminta pihak berwajib membuka kembali kasus tersebut.

Dengan syarat jika bukti-bukti yang diberikan sudah cukup.

Dilansir dari kemenpppa.go.id, Bintang memaparkan, sejak tahun 2019 sampai dengan 2020, Kementerian PPPA sudah melakukan koordinasi terkait kasus tersebut.

Koordinasi dilakukan bersama UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) dan Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Selatan. 

Baca juga: Kakek di NTT Cabuli Cucu Sendiri: Sempat Nasihati Korban Agar Tak Pacaran Dulu, Modus Pinjami Ponsel

Saat koordinasi dilakukan, proses hukum sudah berjalan dengan semestinya dan ditemukan tidak cukup bukti untuk memproses kasus ini lebih lanjut.

Dari itu, lanjut Bintang, pihak kepolisian menghentikan kasusnya sementara. 

Namun, tambahnya kasus kekerasan seksual yang lagi ramai dibicarakan di media itu bisa dibuka kembali dengan catatan ada bukti-bukti baru yang ditemukan. 

"Oleh karena itu, kata dia, keterlibatan semua pihak menjadi penting untuk membantu mencari titik terang kasus ini," kata Bintang dikutip pada Sabtu (9/10/2021).

Demi mendalami kasus tersebut, Bintang menyatakan akan menurunkan tim Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 yang berada di bawah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk melakukan asesmen lanjutan atas penanganan kasus tersebut. 

"Kami akan menurunkan tim untuk mendalami penanganan kasus ini.

Kami harap semua pihak dapat bekerja sama dan saling mendukung dalam prosesnya," katanya.

Lebih lanjut, pihak Bintang juga akan mendorong semua pihak, khususnya pendamping kasus, untuk turut serta mengumpulkan setiap informasi penting terkait kasus kekerasan seksual di Luwu Timur itu. 

"Karena bukan tidak mungkin, kasus ini akan dibuka kembali, jika bukti-bukti yang diberikan kepada pihak kepolisian sudah cukup," terang Bintang.

Baca juga: Update Kasus Dugaan Rudapaksa Kris Wu: Eks Member EXO Resmi Ditangkap, Korban Gadis Usia 17 Tahun

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved