Breaking News:

Santap Ayam & Sop dari Nikahan, 13 Orang di Tangerang Mual-mual, Diduga Keracunan Bumbu Kadaluwarsa

Berikut kronologi 13 orang keracunan makanan diduga karena bumbu kadaluwarsa di Tangerang.

Editor: Irsan Yamananda
click2houston.com
Ilustrasi - Berikut kronologi 13 orang keracunan makanan diduga karena bumbu kadaluwarsa di Tangerang. 

Kemudian, adik mempelai berinisial L membuat makanan dan membagikannya ke tetangga setempat sebagai bentuk rasa syukur atas pernikahan itu.

"Dia (L) masak sendiri. Masak mie, sama ayam, dan sop, dibikin 30 boks," katanya.

Dari 30 boks tersebut, dua di antaranya dikonsumsi sendiri oleh keluarga L, sedangkan 28 boks sisanya dibagikan ke tetangga sekitar.

Pada Sabtu siang, sebanyak 13 orang, di dalamnya termasuk anak-anak, yang mengonsumsi makanan tersebut merasa mual-mual.

Tiga di antaranya kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat dan 10 orang sisanya diangkut ke salah satu RS swasta di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Usai dirawat, pada Sabtu sekira pukul 19.00 WIB, mereka dipulangkan dan diberi obat.

"Sudah clear jam 19.00 WIB kemarin (Sabtu) malam. Enggak sampai dirawat. Sudah dikasih obat," ucapnya seperti dikutip dari  Kompas.com dengan judul "13 Orang Keracunan Makanan, Diduga karena Bumbu Kedaluwarsa yang Dibeli di Pasar Lembang Ciledug".

Remaja Bunuh Bacar dengan Jamu Dicampur Racun

Kasus pembunuhan keji terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Semua bermula dari penemuan jasad remaja putri berusia 14 tahun di lapangan voli.

Mayat ditemukan di Dusun Bolorejo, Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah.

Saksi pertama kali menemukannya pada hari Jumat, 24 September 2021.

Penemu mayat kemudian melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

Berdasarkan informasi, korban diketahui merupakan warga sekitar.

Baca juga: Kakek di NTB Cabuli Gadis 13 Tahun: Ancam Bunuh Ibu Korban, Beri 2 Kode Saat Ingin Lampiaskan Nafsu

Baca juga: Panik Seusai Bunuh Teman, Pria di Blitar Kabur ke Hutan 3 Hari, Polisi: Bertahan Berkat Air Sungai

Ilustrasi - Simak deretan fakta terkait kasus remaja 15 tahun di Kediri bunuh pacarnya sendiri.
Ilustrasi - Simak deretan fakta terkait kasus remaja 15 tahun di Kediri bunuh pacarnya sendiri. (TribunWow)

Belakangan terungkap bahwa remaja tersebut merupakan korban pembunuhan.

Nyawanya dihabisi oleh pacar sendiri yang masih berusia 15 tahun.

Pelaku melakukan pembunuhan dengan memberikan jamu penggugur kandungan yang dicampur racun.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut deretan faktanya.

Baca juga: Anak di Jepara Bunuh Ibu Kandung Gegara Masalah Sepele, Korban Sempat Minta Pelaku Tak Mengaku

Kronologi Penemuan Mayat

Ada pun kronologi penemuan jenazah, Ipda Yahya mengatakan, bermula saat seorang warga bernama Samsuri sekitar pukul 20.30 Wib, hendak memberi pakan ternak yang ada di belakang rumahnya.

Dari kejauhan dia melihat seseorang tergeletak dengan posisi tengkurap di lapangan belakang rumahnya itu.

Samsuri yang penasaran lantas mengajak Sampan, tetangganya, untuk memastikan tubuh yang tergeletak di lapangan tersebut.

"Dari pengecekan itu terungkap bahwa korban adalah tetangganya sendiri," lanjut Yahya.

Atas temuan itu mereka segera menghubungi Agus Sulkan, seorang perangkat desa, dan akhirnya pelaporannya diteruskan kepada polisi.

"Kami menerima laporannya sekitar pukul 21.00 WIB," lanjut Yahya.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Usai olah TKP, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani otopsi.

Turut diamankan beberapa barang yang diduga milik korban, di antaranya sebuah ponsel, sepasang sandal jepit, serta sebuah jilbab merah muda.

Baca juga: Ali Kalora, Teroris Paling Dicari yang Tewas Ditembak: Disebut Sadis & Tak Segan Bunuh Warga Poso

Pelaku Pacar Korban

Kapolres Kediri Ajun Komisaris Besar Lukman Cahyono mengatakan, penangkapan bermula dari penyelidikan TKP dan didapati petunjuk dari ponsel korban yang ditemukan di lokasi kejadian.

Dari ponsel tersebut terungkap percakapan yang mencurigakan dengan teman laki-lakinya, sehingga dilakukan pencarian terhadapnya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, terdapat kesimpulan laki-laki tersebut yang melakukan perbuatan tersebut tersebut (pembunuhan)," Kapolres Lukman menambahkan.

Kini pemuda sekaligus pacar korban yang tinggal tidak jauh dari rumah korban telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

Motif Bingung karena Korban Hamil

Dari pemeriksaan polisi, pelaku yang merupakan pacar korban dan masih berusia 15 tahun itu kebingungan setelah mengetahui korban hamil.

Kehamilan itu diketahuinya dari aduan korban yang telah melakukan pemeriksaan mandiri menggunakan alat tes kehamilan.

Kondisi itu lantas membuat pelaku yang juga masih tetangga korban tersebut gelap mata, lantas mengakhiri hidup pacarnya.

"Korban memberitahukan berdasarkan testpack, hamil.

Terus yang laki-laki kebingungan," ujar Kepala Polres Kediri Ajun Komisaris Besar Lukman Cahyono dalam sambungan telepon, Minggu (26/9/2021).

Ilustrasi - Simak deretan fakta terkait kasus remaja 15 tahun di Kediri bunuh pacarnya sendiri.
Ilustrasi - Simak deretan fakta terkait kasus remaja 15 tahun di Kediri bunuh pacarnya sendiri. (Istimewa)

Dari pengakuan tersangka kepada petugas, usia kehamilan korban diperkirakan memasuki minggu keempat.

Meski demikian, kata Kapolres, pihaknya masih menunggu kepastian kehamilan korban dari rangkaian otopsi yang berlangsung di RS Bhayangkara.

"Hasil otopsi belum keluar, kita masih nunggu," lanjutnya.

Diberi Jamu Penggugur Kandungan Campur Racun

Masih kata AKBP Lukman Cahyono, korban sebelumnya mengaku kepada pelaku tangah hamil berdasarkan hasil testpack.

"Karena panik, pelaku berinisiatif untuk membuatkan jamu menggugurkan kandungan korban. Namun, pelaku ternyata mencampur jamu tersebut dengan racun tanpa sepengetahuan korban," tuturnya.

Korban yang tak merasa curiga kemudian meminum jamu beracun tersebut.

Tak berselang lama, korban langsung tersungkur kesakitan.

Mengetahui korban tersungkur, pelaku justru kabur dan meninggalkan korban di lokasi.

Menurut Lukman Cahyono, pelaku kemudian berusaha menghilangkan barang bukti bekas minuman korban.

"Saat ini pelaku yang juga masih di bawah umur sudah ditahan di Mapolres Kediri untuk proses hukum lebih lanjut," terangnya.

Artikel lain terkait keracunan

(Kompas/ Muhammad Naufal)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved