Tanggapi Pernikahan Lesti Kejora dan Rizky Billar, MUI: Nikah Sirinya Tidak Karena Motivasi Buruk

Majelis Ulama Indonesia memberikan pendapatnya terkait pernikahan Lesti Kejora dan Rizky Billar yang hebohkan publik.

Penulis: Irsan Yamananda | Editor: Irsan Yamananda
(Instagram @rizkybillar)
Majelis Ulama Indonesia memberikan pendapatnya terkait pernikahan Lesti Kejora dan Rizky Billar yang hebohkan publik. 

TRIBUNMATARAM.COM - Pernikahan antara Lesti Kejora dan Rizky Billar tengah menjadi sorotan publik.

Semua bermula dari pengakuan pasangan yang akrab disapa Leslar itu mengenai pernikahan sirinya.

Seperti diketahui, Leslar menggelar acara pernikahan pada bulan Agustus 2021.

Acara tersebut menjadi sorotan karena disiarkan langsung di stasiun televisi nasional.

Tak berselang lama, Lesti dan Billar mengaku bahwa keduanya telah menikah siri terlebih dahulu.

Pernikahan siri itu dilakukan pada awal tahun 2021.

Baca juga: Sudah 2 Kali Lesti Kejora Pingsan saat Hamil, Bantah Prank, Baju Ketat Jadi Penyebab

Baca juga: Lesti Kejora Beberkan Kondisi Saat Tiba-tiba Pingsan Seusai Manggung: Kepala Kayak Diperes Gitu

Majelis Ulama Indonesia memberikan pendapatnya terkait pernikahan Lesti Kejora dan Rizky Billar yang hebohkan publik.
Majelis Ulama Indonesia memberikan pendapatnya terkait pernikahan Lesti Kejora dan Rizky Billar yang hebohkan publik. (YouTube)

Sontak, pernyataan tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat.

Bahkan, ada juga pihak yang mengadukan keduanya ke polisi karena dianggap telah membohongi publik.

Mengenai pernikahan Leslar, Ketua MUI bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, angkat bicara.

Menurutnya, keduanya sudah sah jika melakukan pernikahan siri tetapi belum tercatat secara negara.

"Nikah siri dalam artian pelaksanaan akad nikah yang terpenuhi syarat dan rukun pernikahan, tetapi belum dicatatkan secara kenegaraan, itu hukumnya sah," ujar Asrorun dalam tayangan di kanal Youtube Intens Investigasi.

Ia menjelaskan, pernikahan siri tak bisa lepas dari perwakinan secara negara.

Saat pasangan sudah sah secara agama, mereka boleh melakukan hubungan suami istri.

Selain itu, mereka juga bisa bertanggungjawab atas anak hasil perkawinannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Mataram
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved