Breaking News:

Pengacara Sebut Korban Dugaan Pelecehan di KPI Diancam Cabut Laporan: 'yang Ngomong Punya Jabatan'

Korban dugaan pelecehan di KPI mengaku diancam untuk cabut laporan, berikut pengakuan lengkapnya.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Korban dugaan pelecehan di KPI mengaku diancam untuk cabut laporan, berikut pengakuan lengkapnya. 

TRIBUNMATARAM.COM - Korban pelecehan seksual dan perundungan di kantor Komisi Penyiaran Indonesia kembali angkat bicara.

Seperti diketahui, korban berinisial MS.

Kini, ia mengaku mendapat ancaman agar mencabut laporan polisi.

Selain itu, MS juga diminta agar mau berdamai dengan terduga pelaku.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin.

Ancaman kali ini, lanjut Mualimin, datang dari salah satu pejabat di KPI pusat.

Baca juga: Melapor ke LPSK, Korban Dugaan Pelecehan Seksual dan Perundungan KPI Dinyatakan Mengidap Paranoid

Baca juga: Polisi Alami Kesulitan Ungkap Kasus Pelecehan & Perundungan di KPI Pusat, TKP Jadi Sebab

Ilustrasi penganiayaan - Korban dugaan pelecehan di KPI mengaku diancam untuk cabut laporan, berikut pengakuan lengkapnya.
Ilustrasi penganiayaan - Korban dugaan pelecehan di KPI mengaku diancam untuk cabut laporan, berikut pengakuan lengkapnya. (http://www.ladbible.com)

Secara halus, pejabat yang dimaksud mengatakan bahwa MS bisa saja diberhentikan dari KPI.

Apalagi jika MS tidak mau mencabut laporan.

"Ada sedikit nada ancaman halus kalau seandainya ingin tetap bekerja di KPI harus mau berdamai dengan pelaku dan tidak meneruskan ini ke proses hukum," kata Mualimin saat dihubungi, Rabu (13/10/2021).

Mualimin mengatakan, kliennya sempat khawatir dengan ancaman yang disampaikan oleh salah satu pejabat di KPI itu.

Baca juga: KPI Disebut Minta Korban Dugaan Pelecehan Berdamai, Ernest Prakasa Geram: Saya Sudah Tidak Percaya

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved