Bantah Ancam Korban Dugaan Pelecehan & Perundungan, KPI: Dari Awal Kami Ingin Selesai di Jalur Hukum

KPI memberikan bantahan terkait kabar pihaknya mengancam korban dugaan pelecehan dan perundungan.

Editor: Irsan Yamananda
http://www.ladbible.com
Ilustrasi penganiayaan - KPI memberikan bantahan terkait kabar pihaknya mengancam korban dugaan pelecehan dan perundungan. 

Tentu itu membuat jatuh mentalnya dan khawatir posisinya terancam.

Pekerjaan itu penting kan apalagi di era pandemi ini banyak orang menganggur," kata Mualimin.

Namun, MS pada akhirnya tetap teguh untuk melanjutkan proses hukum setelah mendapatkan dukungan dari tim kuasa hukumnya. Mualimin pun memastikan pihaknya akan mengawal MS agar tidak diberhentikan secara semena-mena dari KPI.

Ia menegaskan, kliennya selama ini dikenal sebagai karyawan yang cemerlang.

Bekerja di KPI sejak 2012, kontraknya selalu diperpanjang tiap tahun.

Bahkan setelah kasus pelecehan seksual ini bergulir, MS tetap mengerjakan pekerjaannya dari rumah.

Baca juga: Larang Korban Dugaan Pelecehan Didampingi Pengacara Saat Bertemu Pelaku, Pihak KPI Ungkap Alasannya

Jadi, ia menilai akan sangat aneh dan politis jika pada tahun ini kontrak MS tak diperpanjang.

"Kalau seandainya korban kontraknya tak diperpanjang karena alasan ini, tentu kita akan gugat KPI.

Kita kan sama sekali tidak ingin menjelekkan KPI.

Yang kita inginkan korban ini dapat keadilan," ujarnya.

Kasus pelecehan seksual dan perundungan yang menimpa MS ini mencuat setelah ia menulis surat terbuka yang kemudian viral di media sosial pada 1 September lalu.

Dalam surat terbuka itu, MS mengaku sudah menjadi korban perundungan sejak ia bekerja di KPI pada 2012.

Bahkan ia juga sempat mengalami pelecehan seksual oleh lima orang rekan kerjanya pada 2015 di ruang kerja.

MS mengaku sudah pernah melaporkan hal tersebut ke atasan dan Polsek Gambir pada 2019 lalu, namun laporannya tak pernah ditindaklanjuti.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved