Soal Kasus Kakek Ditahan di Demak, Polisi: Penganiayaan Dilaporkan Tanggal 8, Pencurian 11 Oktober

Seorang kakek di Demak ditahan karena menyerang orang yang diduga pencuri.

Editor: Irsan Yamananda
Dokumentasi Haryanto Kuasa Hukum Mbah Minto
Mbah Minto saat dijenguk Haryanto Kuasa Hukumnya di sel tahanan Kejaksaan Negeri Demak. 

Budi melanjutkan terkait dugaan kasus pencurian yang dilakukan oleh Marjani korban penganiayaan pada Selasa (7/9/2021) malam.

Namun, polisi baru menerima laporan kasus pencurian tersebut pada tanggal 11 Oktober 2021.

Polisi langsung menyelidiki dan memeriksa empat saksi yang salah satunya pelaku penganiayaan.

Barang bukti pencurian berupa satu unit sepeda motor, jeriken biru tempat ikan, satu perangkat alat penyetrum ikan yang terdiri dari satu acu, kabel dan dua stik penyetrum ikan disita.

“Perkara pencurian ini dalam tingkat penyidikan. Pelaku pencurian secepatnya kita lakukan pemeriksaan setelah kondisinya membaik. Pelaku ini sempat dirawat di rumah sakit selama dua minggu karena lukanya cukup parah,” ujar Budi.

Baca juga: Viral Video Dugaan Penganiayaan Tahanan di Medan, Kalapas: Masalah Minta uUang Jelas Tidak Benar

Budi menegaskan, pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan ini akan dijerat KUHP pasal 363 ayat 1 (ketiga) dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun penjara.

“Kita melayani secara profesional. Kasus ini akan kita sidik sampai tuntas,” tandas Budi seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Bacok Pencuri yang Coba Menyetrum, Mbah Minto Malah Ditahan".

Wanita di Deli Serdang Ngaku Dianiaya Preman tapi Malah Jadi Tersangka

Pengakuan seorang wanita di Deli Serdang, Sumatera Utara jadi sorotan publik.

Ia mengaku menjadi korban penganiayaan preman di sebuah pasar.

Namun, ia justru dijadikan tersangka oleh pihak berwajib.

Mengenai hal ini, pihak Polda Sumut angkat bicara.

Pihaknya beserta Polrestabes Medan disebut telah mengambil alih penanganan kasus penganiayaan tersebut.

Perlu diketahui, peristiwa ini terjadi di Pasar Gambir, Tembung yang terjadi pada Minggu (5/9/2021) siang.

Baca juga: Guru yang Tewas di Kos Deli Serdang Ternyata Dibunuh, Pelaku Ngaku Melawan karena Dirudapaksa Korban

Baca juga: Curhat Korban Penganiayaan Preman di Deli Serdang yang Jadi Tersangka: Sama Siapa Aku Minta Keadilan

Ilustrasi penganiayaan - Pihak Polda Sumatera Utara angkat bicara mengenai wanita yang ngaku dianiaya preman tapi malah jadi tersangka.
Ilustrasi penganiayaan - Pihak Polda Sumatera Utara angkat bicara mengenai wanita yang ngaku dianiaya preman tapi malah jadi tersangka. (http://www.ladbible.com)

Kedua belah pihak sama-sama membuat laporan penganiayaan.

Laporan itu mereka sampaikan ke Polsek Percut Sei Tuan.

Kini, keduanya telah sama-sama ditetapkan sebagai tersangka.

Pengambilalihan itu dilakukan agar lebih penanganannya lebih jernih dan obyektif. 

Baca juga: Dianiaya Preman Hingga Opname & Habis 2 Kantung Infus, Wanita di Deli Serdang Malah Jadi Tersangka

Dikonfirmasi melalui telepon pada Minggu (10/10/2021) siang, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan dalam kasus tersebut, kedua belah pihak, yakni BS dan LG membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan.

Atas laporan dari LG, polisi sudah menangkap tersangka BS dan kini sudah dilakukan penahanan.

Sedangkan atas laporan BS, penyidik Polsek Percut Sei Tuan sudah menetapkan LG sebagai tersangka. 

Kasus diambilalih agar objektif

Terkait kasus tersebut, Hadi menjelaskan, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak sudah merespon dan memberikan atensi dengan mengambil alih penanganan kasus itu tidak lagi di Polsek Percut Sei Tuan agar lebih jernih dan obyektif. Sekaligus untuk meredakan 'huru-hara' di luar mengenai kasus tersebut. 

"Ya jadi laporan si BS ke ditangani Polda. Laporan itu kan oleh Polsek Percut Sei Tuan menetapkan ibu LG tersangka. Terus, ibu LG itu ditangani Polrestabes Medan. Jadi Polsek tak menangani. Supaya jernih, obyektif. Nah itu ditetapkan tersangka di Polsek karena penganiayaan, kalau tak salah. Tapi (LG) enggak ditahan," katanya. 

Penetapan pedagang pasar jadi tersangka lantaran sudah cukup bukti

Dengan diambilalihnya penanganan kasus tersebut, nantinya penyidik Polda Sumut yang akan mendalami lagi secara lebih detail faktor penyebab kejadian tersebut.

Dikatakannya, penetapan LG sebagai tersangka, oleh penyidik Polsek sudah cukup bukti.

Baca juga: Viral Preman Tutup Jembatan di Deli Serdang, Minta Bayaran ke Warga yang Mau Lewat, Ini Kata Polisi

Ketika ditanya apakah akan ada perubahan status tersangka pada LH, menurut Hadi hal tersebut tergantung pada pendalaman oleh penyidik Polda Sumut. 

"(Tergantung) Pendalaman penyidik di Polda. Nanti penyidik lakukan gelar perkara khusus. Kita sih berharap ada ada upaya lain. Restorative justice yang kita kedepankan. Sekali lagi kenapa ditarik ke Polda supaya lebih objektif. Jadi bagaimana melihat latar belakang penyebab secara detil. Harapannya ada keadilan buat semuanya lah," katanya. 

Negara tak boleh kalah dengan preman

Dijelaskannya, pihaknya ingin memunculkan gambaran bahwa negara tidak boleh kalah dengan preman.

Kapolda Sumut juga sudah menekankan hal tersebut dengan harapan polsek 'ngeh' sehingga ada cara lebih soft dalam penangananya kepada kedua belah pihak.

Namun menurutnya, lagi-lagi media sosial jauh lebih cepat membuat kasus itu viral. 

"Apalagi video-video yang muncul kan informasinya sepenggal, tak utuh. Tapi yang viral, sepenggal dan tidak utuh itu itu kan yang diterima masyarakat secara cepat sekali sehingga terbangun imej polisi tidak ini tidak itu, segala macamnya. Nah, langkah ini untuk meredakan huru hara di luar," katanya. 

Dianiaya malah jadi tersangka

Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan di Pasar Gambir, Tembung pada Minggu (5/9/2021) siang itu viral di media sosial memperlihatkan seorang perempuan dianiaya seorang pria. Diketahui perempuan itu berinisial LG (37) dan pria itu berinisial BS.

Polsek Percut Sei Tuan menangkap BS pada Minggu malam dan melakukan penahanan terhadapnya. Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu menyatakan bahwa keduanya membuat laporan di Polsek Percut Sei Tuan.

Ilustrasi - Pihak Polda Sumatera Utara angkat bicara mengenai wanita yang ngaku dianiaya preman tapi malah jadi tersangka.
Ilustrasi - Pihak Polda Sumatera Utara angkat bicara mengenai wanita yang ngaku dianiaya preman tapi malah jadi tersangka. (TribunJakarta/ Istimewa)

Belakangan, akun Instagram @medanheadlines.news mengunggah sebuah foto dari tangkapan layar yang di dalamnya tertulis 'Ini lah hukum di indonesia ini akulah yg korban yg di aniayai 4 orang premanisme 5.september 2021 beberapa hr yg lalu di pajak gambir aku pula lh yh jadi tersangka. Sama siapa lagi aku mengadu tentang keadilan ini, #pak'

Foto surat panggilan itu ditandatangani Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu, tertuju kepada Litirawi Iman Gea (37) untuk hadir pada Jumat (8/10/2021) seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Sebut Negara Tak Boleh Kalah dari Preman, Polda Sumut Ambil Alih Kasus Pedagang Dianiaya Malah Jadi Tersangka".

Terlihat surat itu dibuat bulan September 2021. Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu tidak merespon konfirmasi melalui telepon maupun aplikasi percakapan WhatsApp pada Kamis sore hingga malam. 

Suami Rosalinda Gea atau Litiwari Iman Gea (LG), Tak Endang Hura ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis malam mengatakan dirinya sedang berada di klinik di Pasar 9, Tembung. Di klinik tersebut, kata dia, sejak pukul 17.30 WIB istrinya dirawat dan diopname.

Belum sampai dua jam, sudah dua kantong infus habis untuk istrinya. Karena opname, maka dirinya yang menjawab telepon. 

Dijelaskannya sejak Rabu pagi badan istrinya kurang fit. Sore harinya, datang seorang pria berjaket yang membawa surat dan diterima langsung oleh istrinnya. Surat tersebut ternyata dari Polsek Percut Sei Tuan. Istrinya sempat bertanya apa isi surat tersebut dan dijawab pengantar surat itu agar membacanya lalu pergi. 

"Tiba-tiba sore sampe surat panggilan dari Polsek bahwa dia jadi tersangka dalam laporan si Beni si pelaku itu. Jadi dari situ trauma dia, kayak jantungan. Jadi bertambah lah pendarahan karena jatuh memikirkan itu. Gak sadar dia dari semalam," katanya. 

Artikel lainnya terkait penganiayaan

(Kompas/ Tribunnews)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved