Soal Kasus Wanita Dianiaya Preman di Medan Jadi Tersangka, Polri: 'Penyidikan Tidak Profesional'

Porli turut menanggapi kasus wanita korban penganiayaan preman di Medan yang malah dijadikan tersangka.

Editor: Irsan Yamananda
Dok. ISTIMEWA
Tangkapan layar video viral pedagang perempuan diduga dianiaya preman di Pasar Gambir Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, 8 September 2021 lalu. Si pedagang dan penganiayanya saling lapor ke polisi. 

TRIBUNMATARAM.COM - Seorang pedagang di Pasar Gambir, Medan tengah menjadi sorotan.

Perdagang berjenis kelamin perempuan itu diketahui berinisial LG.

Ia diduga dianiaya oleh dua orang laki-laki di pasar.

Dugaan penganiayaan itu terjadi pada 5 September 2021.

Atas penganiayaan tersebut, LG membuat laporan ke polisi.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Percut Sei Tuan AKB Janpiter Napitupulu. 

Baca juga: Pengakuan Ayah yang Diduga Rudapaksa 3 Anak di Luwu Timur: Cerai 2017, Dilaporkan 2 Tahun Kemudian

Baca juga: Maafkan Polisi yang Membantingnya Hingga Kejang-kejang, Mahasiswa di Banten: Saya Tak Akan Lupa

Ilustrasi - Porli turut menanggapi kasus wanita korban penganiayaan preman di Medan yang malah dijadikan tersangka.
Ilustrasi - Porli turut menanggapi kasus wanita korban penganiayaan preman di Medan yang malah dijadikan tersangka. (Kompas.com/ERICSSEN)

Tak lama berselang, pihak berwajib menangkap seseorang bernama BS.

Ia diduga melakukan penganiayaan tersebut.

Namun, BS juga membuat laporan ke polisi.

Alasannya adalah adanya luka di beberapa bagian tubuh.

Baca juga: Diajak Pergi Pacar, Wanita di Padang Pulang dengan Luka Lebam, Diduga Dianiaya Seusai Minta Putus

Menurut BS, luka itu terjadi akibat pukulan dan cakaran LG.

Belakangan, polisi pun menetapkan BS dan LG sama-sama sebagai tersangka.

Mengenai hal ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono angkat bicara.

Ia mengatakan, Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara, telah resmi dicopot pada 12 Oktober 2021.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved