Begini Hukum Puasa Syawal Bagi yang Masih Punya Utang Puasa Ramadhan, Mana yang Didahulukan?

Puasa Syawal 1441 H.

“Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa Syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”

Namun bagaimana dengan umat muslim yang masih mempunyai utang puasa ramadhann?

Ada banyak alasan tak melakukan puasa ramadhan, haid bagi wanita, sedang melakukan perjalanan jauh atau sakit diperbolehkan meninggalkan puasa ramadhan dengan mengganti utang di kemudian hari.

Gimana jika masih memiliki utang puasa ramadhan yang belum dilunasi?

Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ (tanggungan) puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. 
Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah.

Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barangsiapa berpuasa ramadhan”

• Kapan Puasa Syawal 6 Hari Dilaksanakan? Ini Penjelasan, Bacaan Niat serta Tata Caranya

Jadi apabila puasa ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barangsiapa berpuasa ramadhan.”

Jika sudah melunasi utang puasa ramadhan lalu melaksanakan puasa sunah syawal ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan.

Berikut banyak manfaat yang bisa didapatkan dari berpuasa Syawal sepert dikutip dari TribunStyle.com.

Halaman
1234

Berita Populer