Virus Corona

Kasus Pasien Virus Corona Kembali Melonjak, China Lockdown Kota Anxin, 400 Ribu Warga Diawasi Ketat

Ilustrasi virus Corona

Seorang pengguna internet di situs mikroblog Weibo, yang mengaku sebagai warga lokal, membantah kondisi yang serius di wilayahnya. 

"Kami hanya melaksanakan langkah-langkah yang lebih ketat untuk menghentikan penyebaran virus," tulisnya.

"Peningkatan kebijakan pencegahan tidak berarti epidemi di luar kendali, tetapi kita harus mengakhiri pertempuran ini (melawan Covid-19) secepatnya. Ini adalah momen yang menentukan," tulis salah satu warganet.

Siap Produksi Massal Vaksin Virus Corona Desember 2020, China Klaim: Harus Berhasil, 99% Efektif

Menurut surat edaran pemerintah lokal, wilayah tersebut mulai memberlakukan pembatasan transportasi sementara mulai 18 Juni sampai "mengurangi rute penularan".

Seorang profesor kesehatan masyarakat dari Capital Medical University, Cui Xiaobo, mengatakan, kepanikan yang besar tidak diperlukan. "Saya pikir (situasi di wilayah Anxin) tidak terlalu menakutkan; tidak perlu panik," ujarnya.

"(Anxin) tidak sepadat (populasinya) Beijing, tempat itu relatif jarang penduduknya.

Sepanjang penduduknya tidak berkerumun dalam jumlah yang besar, seharusnya tidak masalah," lanjutnya.

Cui juga memperingatkan bahwa karantina total berdampak besar terhadap perekonomian.

"Ekonomi dan pemulihan ekonomi adalah sebuah proses. Sekali sebuah kota dikarantina total, proses tersebut akan berhenti, dan hal itu akan semakin membuat sulit untuk memutar roda kembali," tambah Cui.

Wilayah di China Kembali Berlakukan 'Lockdown' karena Muncul Klaster Baru Virus Corona

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com

Berita Populer