Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Kejengkelan Presiden Jokowi pada Menteri yang Terlalu 'Santai' di Tengah Krisis, Ancam Reshuffle

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah telah mengambil langkah-langkah serius dalam menangani sebaran virus corona (Covid-19). Di sisi lain, Jokowi mengaku tak ingin menciptakan kepanikan dan keresahan masyarakat.

Ia lantas menyampaikan ancaman reshuffle bagi menterinya yang masih bekerja biasa-biasa saja.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," ucap Jokowi.

"Entah buat perppu yang lebih penting lagi kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini, (jika) Bapak Ibu tidak merasakan itu, sudah," kata dia.

Ia pun meminta para menterinya agar bekerja di luar standar normal dan banyak memunculkan inovasi agar bisa melalui krisis ini.

Jokowi meminta para menterinya tak lagi terjebak dalam peraturan di masa krisis.

Ia meminta para menterinya bisa menyelesaikan persoalan peraturan yang membelenggu kinerja mereka di masa krisis.

"Kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Tindakan-tindakan di luar standar saat ini sangat diperlukan dan manajemen krisis," ucap Jokowi.

"Sekali lagi kalau payung hukum masih diperlukan saya akan siapkan. Saya rasa itu," kata Kepala Negara.

Prabowo Saksikan Perjuangan Jokowi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan, Presiden Joko Widodo selama ini terus berjuang demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

Hal itu diungkapkannya setelah enam bulan dirinya bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) sebagai Menteri Pertahanan.

"Selama saya menjadi bagian kabinet beliau (Jokowi), saya bersaksi bahwa beliau terus berjuang demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo, Rabu (22/4/2020) malam.

• Mahfud MD Bongkar 2 Hal yang Paling Mengancam Kedaulatan Indonesia Versi Prabowo Subianto

Prabowo melihat selama ini, dalam mengambil keputusan, Jokowi selalu mementingkan keselamatan masyarakat miskin dan yang paling lemah.

Halaman
123