Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Asmara Berujung Petaka, Wanita Paruh Baya Akhirnya Tewas setelah Dibakar Hidup-hidup

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi dibakar hidup-hidup.

Sempat membaik, luka bakar hampir 50 persen'

Ilustrasi luka bakar(PositiveFocus)

Saat dievakusi, Ningsih dalam keadaan sadar. Namun hampir 50 persen tubuhnya terbakar.

Selain itu luka bakar yang dialami Ningsih masuk kategori parah karena terdapat kerusakan jaringan.

Luka bakar yang dialami Ningsih mayoritas ada di bagian tubuh depan seperti wajah, dada, perut, punggung, dan dua tangannya.

Setelah menjalani perawatan, kondisi Ningsih semmpat membaik. Namun polisi bisa meminta keterangan lebih dalam ke perempuan 54 tahun tersebut.

Namun kondisi Catur terus memburuk. Ia meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2020) setelah menjalani perawatan di RSUD Water Kulon Progo selama enam pekan.

“Bahwa benar korban meninggal hari ini selagi dalam perawatan,” kata Kasubag Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry via pesan, Sabtu (17/10/2020).

Saat ini polisi masih mencari Agus yang menjadi buronan dan telah masuk dalam daftar pencarian orang.

Ia dijerat Pasal 351 dan 353 KUHP tentang penganiayaan dengan direncanakan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Insiden Serupa

Ialah Amir (35), seorang suami yang tinggal di Desa Karangsari, Bojong, Pekalongan yang nekat membakar dirinya dan juga istri serta anaknya di dalam kamar.

Diduga himpitan ekonomi yang berujung cekcok menjadi penyebab Amir memilih membakar keluarga kecilnya.

Bahkan, sebelum tewas dilalap jago merah, istri Amir sempat berteriak minta tolong dan bingung kenapa pintu dikunci.

Sayangnya, api yang dengan cepat menyebar tak mampu menyelamatkan nyawa istri Amir dan balitanya.

• Kebakaran di Kejaksaan Agung, Puluhan Mobil Pemadam Datang tapi Api Tetap Terus Membesar

• Potret Terakhir 3 Pemadam Kebakaran saat Bongkar Pintu Gudang Amonium Nitrat Sebelum Ledakan Dahsyat

Halaman
1234