Cerita Treni Tak Bisa Tidur Jelang Bertemu Trena, Janjian Beli Baju Kembar & Ziarah ke Makam Ibu

Trena-Treni didampingi ayah kandungnya Enceng Dedi (59) dan saudara-saudara kandung lainnya sedang berziarah ke makam ibu kandungnya Enok Rohaenah, tak jauh dari rumah keluarga besarnya di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Kamis (22/10/2020).

"Sebetulnya saya mau ambil Trena, tapi keduluan waktu itu oleh yang lain. Jadi saya ambil Treni dan membesarkannya sampai seperti ini," kata Rini (55), ibu asuh Treni yang selama ini di Blitar, Jawa Timur.

Rini pun mengaku ikut bahagia karena akhirnya bisa bertemu lagi dengan ayah kandung Treni, Enceng Dedi (59) di rumahnya di Tasikmalaya.

Pasalnya, 20 tahun lalu, kedua keluarga bersama-sama menjadi transmigran di Maluku.

"Alhamdulillah, akhirnya bisa bertemu kembali. Sekarang anak saya pun jadi dua, Trena dan Treni. Saya memang sudah mengakui bahwa Treni sudah seperti anak kandung saya," kata Rini.

Setelah melepaskan kangen bersama keluarga besar dan berziarah ke makam ibunya, Treni pun akan beristirahat dan bertemu keluarganya di Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya, Treni tidak pernah tahu bahwa ada keluarga besarnya di Tasikmalaya.

Penyebab Harus Dipisahkan

Enceng Dedi (59), ayah kandung Trena Mustika (24) dan Treni Fitri Yana (24), mengaku berpisahnya anak kembarnya selama 20 tahun bermula saat mendapatkan saran dari seseorang mengatakan keduanya harus dipisahkan supaya tak meninggal.

Setelah anak kembarnya lahir di Ambon, Provinsi Maluku,  langsung Trena dititipkan ke keluarga ustaz Ibrahim asal Garut, Jawa Barat dan Treni dititipkan ke keluarga Rani-Misranto asal Malang, Jawa Timur.

"Jadi saran dari seseorang yang dianggap orang tua saat di Maluku, kalau Trena dan Treni disatukan khawatir akan meninggal.

Baca juga: Viral Kisah Kembar Trena & Treni, 20 Tahun Terpisah karena Kerusuhan, Kembali Bertemu Berkat Tik Tok

Halaman
1234

Berita Populer