Mahasiswi Alami Pendarahan Parah di UGD Mataram Malah Digelandang Polisi, Fakta Pahit Terungkap

Ilustrasi Aborsi

Baca juga: Perempuan yang Buang Bayinya di Cisauk Dapat Obat Aborsi dari Pacar

10 bulan jualan obat aborsi
Tim Polsek Kembang memeriksa barangbukti dari penemuan mayat bayi di pinggir sungai Segawe, Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (1/1/2019) pagi. (Dokumen Polsek Kembang)

Sementara itu, Handi Warsono warga Jepara mengaku menjual pil aborsi karena tergiur dengan keuntungannya.

Handi sudah 10 bulan menjual pil aborsi yang diperoleh dari seseorang.

"Untungnya banyak, sudah 10 bulan berjualan. Obat saya peroleh dari seseorang," ujar Hendi.

Sebelumnya diberitakan, janin bayi ditemukan di tumpukan sampah di pinggir Sungai Segawe, Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (1/10/2019) pagi.

Saat ditemukan, janin berbalut rok abu-abu SMA yang terbungkus plastik merah dan diletakkan di atas tumpukan sampah.

(KOMPAS.com /Karnia Septia/Puthut Dwi Putranto Nugroho)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendarahan Setelah Konsumsi Obat Aborsi, Pasien IGD Ditangkap karena Gugurkan Janin, Ini Ceritanya"

dan judul "Pengakuan Kekasih Gea yang Telan 16 Pil Aborsi, Beli di Pasar Gelap Seharga Rp 3 Juta"

BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Alami Pendarahan di UGD RS Mataram, Mahasiswi Hamil Malah Digelandang Polisi, Fakta Pahit Terbongkar

Berita Populer