Kisah Risma Saat Masih Jabat Walkot Surabaya, Tangan Patah karena Masuk Got: Saya Tidak Ingin Banjir

Tri Rismaharini menemui pemulung di Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial.

"Jangan pikirkan sekarang. Pikirkan bahwa saya hidup sekian tahun lagi."

"Jadi karena itu saya, berharap seberat atau sesulit apapun tolong dijalankan," ungkapnya.

"Tolong terima sesulit apapun terima dan seberat apapun terima karena saya tahu bapak-bapak ini biasa bebas hidupnya tetapi sekarang harus ada ikatan aturan."

"Jadi bapak-bapak harus mengikuti aturannya dan tidak boleh lagi bebas," kata dia.

Apa yang ia ungkapkan, diakui Risma sebagai nasihat kepada kepada para tunawisma, tak patang menyerah ketika mendapatkan kesulitan saat bekerja ke depannya.

Risma kemudian bercerita tentang pengalamannya saat menjadi Wali Kota Surabaya.

"Saat jadi Wali Kota tangan saya patah karena masuk got."

"Hanya karena ingin tidak banjir dan saya jalani," kata Risma.

"Saya operasi 5 jam untuk menyambung tangan saya. Saya jalani itu."

"Jadi memang tidak ada yang mudah tetapi kita bisa kalau kita melakukannya dengan tulus, ikhlas semata-mata bahwa kita hanya ibadah," ungkapnya.

Baca juga: Blusukan Mensos Risma Tuai Polemik, Kini Warga Kolong Jembatan yang Direlokasinya Meninggal

Halaman
1234

Berita Populer