Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Angela Gilsha Bersikukuh Marco Panari Bukan Meninggal Tersedak Mi, Ungkap Beberapa Penyebab Kematian

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Marco Panari dan Angela Gilsha

“Makanya nanti aku balik ke Jakarta. Ini masih akan disidik karena ini belum selesai. Kemarin juga semua visumnya serba cepat karena memang harus dibawa ke Bali Marconya,” kata Angela Gilsha.

Diketahui, Marco Panari meninggal dunia pada 30 Januari 2021 lalu.

Saat ini, kepolisian tengah menyelidiki kasus meninggalnya Marco Panari.

Polisi diketahui telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman Marco Panari dan seorang satpam.

Sempat Ditolak Rumah Sakit

Angela Gilsha menceritakan detik-detik adiknya meninggal dunia. Ternyata, ia sempat salah seorang temannya membantu Marco Panari.

“Terus aku udah nyuruh teman aku yang dekat daerah sana buat bantuin, nyamperin. Tapi karena macet juga susah,” kata Angel Gilsha dikutip Kompas.com dalam YouTube Cumicumi, Minggu (7/2/2021).

Angela Gilsha kemudian berujar, adiknya sempat ditolak rumah sakit. Ia pun tak mengerti penyebabnya.

“Terus abis itu pakai taksi atau apa aku enggak tahu, udah nyamperin satu rumah sakit ditolak. Karena rumah sakit itu, aku enggak tahu lebih mengutamakan covid atau karena covid, mereka enggak bisa terima orang emergency,” tutur Angel Gilsha.

Polisi Sebut Marco Panari Meninggal Dunia Akibat Tersedak Mi, Angela Gilsha Beri Bantahan: Ngaco

Sulit Ikhlaskan Adik Wafat Tersedak Mi, Tapi Angela Gilsha Lega dengan Pengakuan Marco sebelum Wafat

Namun sayangnya ketika dibawa ke rumah sakit lain, Marco Panari dinyatakan sudah meninggal dunia sejak dalam perjalanan.

“Akhirnya dilarikan ke rumah sakit lain. Di perjalanan, teman adik aku bilang mungkin nafirnya di situ. Terus, makanya pas sampai ke rumah sakit yang satu lagi di UGD, dokter bilang dia udah enggak ada,” ucap Angel Gilsha.

Kini, kasus kematian Marco Panari tengah diusut oleh pihak kepolisian.

Polisi sampai saat ini sudah memeriksa beberapa saksi, di antaranya sahabat Marco Panari dan salah seorang satpam.

Halaman
1234