Gegara Nasi Pria di OKU Bunuh Temannya Sendiri, Pelaku Sempat Tanyai Korban : Apa Sudah Makan?

Editor: Salma Fenty Irlanda
Ilustrasi nasi

Setelah membunuh rekannya, pelaku melarikan diri.

Polisi kini menetapkannya sebagai DPO, dikutip dari Kompas.com dengan judul "Sebelum Bunuh Temannya, Pelaku Bertanya ke Korban "Apa Sudah Makan?""

"Pelaku masih kita cari. Motif pembunuhan ini, pelaku kesal karena nasi di pondok habis," kata dia.

Kasus Lainnya, Ibu Bunuh Bayi karena Mirip Selingkuhan

Fery (34) memilih untuk memaafkan perbuatan istrinya yang membunuh bayinya sendiri karena mirip selingkuhannya.

AO (35) kini terancam hukuman mati bersama Pria Idaman Lain-nya berinisial MA (43), setelah membunuh bayi sembilan bulannya karena berwajah mirip.

Keduanya takut, tetangga akan mengetahui perselingkuhan mereka jika bayi tersebut terus tumbuh dewasa.

Walaupun menerima kenyataan pahit istrinya berkhianat dan juga membunuh anak bungsunya, Fery memilih berbesar Hati.

Baginya, bukanlah salah sang istri membunuh bayi tersebut.

Tetapi, salah dirinya yang tidak perna mengajarinya soal agama.

Ilustrasi (Kompas.com)

Baca juga: Suami Ibu yang Bunuh Bayinya karena Mirip Selingkuhan Salahkan Dirinya : Jarang Ajari Dia Agama

Baca juga: Bayi 9 Bulan Membiru Kaku di Rumah Nenek Ternyata Dibunuh Ibu & Selingkuhan, Dicekoki Ramuan Racun

Fery pun menuding MA memakai pelet kepada istrinya hingga bersedia dihasut untuk melakukan kejahatan.

"Mungkin kalau sampai istri saya selingkuh, itu karena kesalahan saya. Karena saya jarang mengajari dia soal agama," ucap Fery, Kamis (25/2/2021).

Kepolisian Sektor Telukbetung Selatan bersama Inafis Polresta Bandar Lampung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bayi yang dilakukan ibu kandung dan selingkuhannya, Kamis (25/2/2021). ()

Pasalnya, setelah perselingkuhan tersebut terbongkar, AO menyatakan kepada Fery bahwa MA kerap mengajarinya mengaji dan ilmu agama.

Fery pun masih rutin mengunjungi istrinya sejak ditahan di Mapolsek Telukbetung Selatan.

"Dia (istri) sudah minta maaf sama saya. Dia cerita kalau tidak ada niat untuk membunuh. Karena dipengaruhi oleh MA, dijanjikan bakal hidup sukses, jadi istri saya terpengaruh," kata Fery.

Fery, suami tersangka AO, mengaku masih sayang pada istrinya.

Bahkan, Fery menyebut bakal tetap setia menunggu AO hingga keluar dari penjara.

Menurutnya, AO tidak bersalah dalam perkara yang membelitnya saat ini.

"Salah dia (AO) hanya selingkuh. Kalau sampai anak saya meninggal, itu bukan kesalahan dia," kata Fery.

Fery menilai perselingkuhan antara istrinya dan MA diduga berbau klenik.

Dugaan inilah yang membuat AO kepincut pada MA.

"Setahu saya, dia (MA) ini memang tukang rusak hubungan rumah tangga orang," tutur Fery.

AO (35) seorang wanita yang menjadi tersangka pembunuhan atas anak bayinya ternyata melakukan aksi kejamnya karena satu alasan.

Warga Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung ini membunuh anak kandungnya sendiri yang baru berusia 9 bulan berlatar belakang perselingkuhan.

Mirisnya kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi perselingkuhan antara ibu kandung dan otak pembunuhan.

Kapolsek Teluk Betung Selatan, Komisaris Polisi Hari Budianto mengatakan, kedua tersangka yakni AO (35) dan MA (40) adalah pasangan selingkuh.

"Tersangka AO ini adalah ibu kandung dari korban, Kartika Suci Rahayu, bayi yang masih berusia 9 bulan," kata Hari di Mapolsek Telukbetung Selatan, Selasa (9/2/2021).

Hari mengatakan, pembunuhan itu diduga terjadi pada Sabtu (6/2/2021) malam.

"Setelah korban tidak bernyawa, korban dititipkan oleh tersangka AO kepada nenek korban," kata Hari.

Wajah korban mirip dengan selingkuhan ibu

Dari keterangan sementara, pembunuhan itu dilatarbelakangi dengan kasus perselingkuhan antara AO dengan MA.

Keduanya telah menjalin hubungan asmara sejak AO mengandung korban usia lima bulan kehamilan.

"Setelah korban lahir, ada isu di warga setempat kalau wajah korban mirip dengan tersangka MA," kata Hari.

Redam isu perselingkuhan

Untuk meredam isu itu, kata Hari, tersangka MA pun berencana untuk menghilangkan nyawa bayi malang itu.

"Upaya pembunuhan itu dilakukan tersangka dengan memberikan korban minuman yang terdiri dari gula merah, asam jawa, dan minyak obat rambut," kata Hari.

Hari menambahkan, pembunuhan itu sudah direncanakan sejak dua bulan lalu.

Pembunuhan berencana

Atas dasar itu, kata Hari, kedua tersangka dikenakan Pasal 80 ayat 4 UU Perlindungan Anak dan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

"Hukuman maksimalkan adalah hukuman mati," kata Hari.

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu kandung tega membunuh anak kandungnya yang masih berusia 9 bulan.

Pembunuhan itu dilakukan bersama selingkuhan untuk menutupi jejak perselingkuhan mereka.

Hari menambahkan, polisi pertama kali mengamankan MA pada Senin (8/2/2021), di kediamannya di Jalan WR Supratman, Gang Haji, Talang, Telukbetung Selatan.

Dari keterangan MA, polisi akhirnya menjemput ibu kandung korban yang sempat melarikan diri.

"Selanjutnya di hari yang sama, AO kami amankan di Kampung Suban batu Sulu, Lampung Selatan," ujar Kompol Hari Budianto.

Ditemukan Tak Bernyawa

Sebelumnya diberitakan, seorang bayi berumur sembilan bulan di Bandar Lampung ditemukan tak bernyawa setelah ditinggal ibunya.

Tak pelak, peristiwa ini menggegerkan warga Jalan WR Supratman, Gang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

Dari informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, bayi tersebut ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (6/2/2021) malam.

Warni (49) menceritakan kronologi penemuan cucunya yang sudah tak bernyawa saat ditemui di kediamannya, Jalan WR Supratman, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Minggu (7/2/2021). ((Tribunlampung.co.id / Hanif Mustafa))

Sang bayi ditemukan sudah terbujur kaku di dalam kamar rumah neneknya.

Mulanya si ibu berniat menitipkan anaknya ke rumah mertuanya.

Namun mertuanya kaget melihat sang cucu ternyata sudah tak bernyawa.

Sementara ibu si anak sudah pergi meninggalkan rumah.

Gendong Anak Sudah Meninggal

Warga membeberkan pemandangan tak biasa sebelum penemuan bayi tak bernyawa.

Tetangga sempat melihat ibu si bayi mondar-mandir di depan rumah selepas Magrib.

Feri (34), ayah korban, mengatakan, sebelum kejadian, istrinya pamit mau pergi ke rumah kakaknya di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.

"Katanya mau nginep. Jadi dia pergi sama anak saya (korban) jam 11 siang. Terus telepon jam empat (sore) mau nginep," katanya, Minggu (7/2/2021).

Feri menuturkan, sekitar pukul 18.30 WIB, tetangga melihat AO dengan menggendong anaknya mondar-mandir di depan rumah ibunya.

Ada dugaan, kata Feri, si bayi sudah tak bernyawa saat itu.

"Padahal rame di rumah ini. Mungkin itu sudah meninggal. Tapi istri saya takut, jadi balik keluar lagi," bebernya.

Feri mengaku tak ada masalah dengan istrinya.

"Gak ada masalah. Pagi itu kami ngobrol," tuturnya.

Feri menduga anaknya meninggal dunia karena jatuh dari tempat yang tinggi.

Menurutnya, sang istri takut mengungkapkan hal yang sebenarnya.

Mulut Sudah Biru

Warni (49) tak pernah menyangka bakal menemukan cucunya dalam kondisi tak bernyawa dengan cara yang tak wajar.

Warni menceritakan, saat itu ia sudah curiga karena cucunya tak menangis seperti biasanya.

Ia baru mengetahui cucunya meninggal dunia karena sang kakak menangis.

Warni menunjukkan jasad sang cucu di tempat tidur, Minggu (7/2/2021). Seorang ibu menitipkan bayi yang diduga telah meninggal dunia ke rumah mertuanya di Jalan WR Supratman, Gang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (6/2/2021) malam.

"Cucu saya yang meninggal ini nomor dua. Nah, kakaknya umur empat tahun ini nangis. Katanya adiknya diem aja," ujarnya, Minggu (7/2/2021).

Warni juga penasaran.

Karena saat dibawa ke rumahnya, cucunya itu tidak ada respons sama sekali dan hanya diam.

"Waktu dibawa ke sini gak nangis. Padahal kalau mau ditidurin aja nangis," tuturnya.

Warni pun bergegas ke kamar dan melihat mulut cucunya sudah membiru.

"Ini badannya sudah keras. Kakaknya nangis, takut liat adiknya. Mulutnya biru, dada sama perut pada biru juga," tandasnya. 

(Kompas.com / Kontributor Palembang, Aji YK Putra) (TribunMataram.com/ Salma)

#pembunuhan #OganKomeringUlu