Dugaan Terorisme Munarman

Peneliti Sebut Cara Polisi Tangkap Munarman Terkesan Arogan: 'Mengambil Sandal Saja Tidak Boleh'

Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Salma Fenty Irlanda
Mantan petinggi ormas FPI, Munarman saat tiba di Polda Metro Jaya usai ditangkap Densus 88 Antiteror di Perumahan Modern Hill, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) sore.

Menurutnya, cara mereka terkesan arogan.

Terlebih, video penangkapan Munarman viral di media sosial.

"Yang saya sesalkan, Munarman ini kooperatif sebenarnya, hanya saja ketika kemarin video yang beredar kesannya kepolisian menjadi arogan ketika mengambil sandal saja tidak boleh," ujar Bambang dalam diskusi virtual, Minggu (2/5/2021) seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Bambang, video penangkapan Munarman yang beredar pun menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Cara-cara penangkapan seperti dalam video itu seharusnya bisa dihindari.

"Hal-hal seperti (seharusnya) bisa dihindari sehingga tidak semakin memunculkan kebencian kepada kepolisian," kata Bambang.

Di sisi lain, Bambang menilai cara penangkapan seperti itu wajar dilakukan petugas kepolisian. Hanya saja, ketika cara penangkapan kemudian didokumentasikan dalam video justru akan memantik reaksi masyarakat.

"Hanya kemudian ketika itu divideokan ini seolah kepolisian kesannya lebih arogan," kata dia.

Hal serupa juga diungkapkan oleh kuasa hukum Munarman Azis Yanuar.

Ia mengatakan bahwa cara kepolisian menangkap kliennya telah merendahkan hak dan martabat manusia.

Halaman
1234