Kesaksian Lengkap Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza Setelah Melihat Ada Anak-anak

Editor: Irsan Yamananda
Seorang polisi Palestina berdiri di depan reruntuhan Jala Tower, gedung 13 lantai kantor media Al Jazeera dan Associated Press, yang diledakkan serangan udara Israel di Gaza pada Sabtu (15/5/2021).

"Kami menduga ada anak-anak. Kami tidak bisa melanjutkannya jika mereka masih berada di sana," jelas operator.

Saat video itu dirilis, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 197 orang tewas dalam konflik, 58 di antaranya adalah anak.

Prihatin Terhadap Palestina, Mia Khalifa Berikan Dukungan: Israel Ingin Lenyapkan Gaza dari Peta

IDF mengeklaim, sebanyak 2.800 roket sudah ditembakkan faksi Palestina tersebut ke wilayah Israel seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Ini Momen Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza karena Melihat Anak-anak".

Roket itu jatuh di Beersheba dan Ashelon, dengan jet tempur membalas dan menghancurkan "target teroris".

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan, mereka akan meneruskan operasi "dengan kekuatan penuh".

"Kami akan bertindak, selama yang dibutuhkan, untuk memulihkan ketenangan dan ketertiban. Ini butuh waktu," kata dia.

IDF menerangkan, mereka hanya menargetkan terowongan yang dipakai milisi dan tak berniat menyasar warga sipil.

Sementara Hamas menuding yang dilakukan IDF merupakan "pembunuhan berencana".

190 Orang Dilaporkan Tewas, Israel Sebut Hamas Biang Keladi Serangan ke Gaza

Israel menuding Hamas sebagai biang keladi konflik terbaru yang mematikan di kawasan tersebut.

Halaman
1234

Berita Populer