Ngaku Sudah 'Babak Belur', Pedagang di Banten Pasang Bendera Putih: Ketemu Nasi Aja Udah Bersyukur

Editor: Irsan Yamananda
Sejumlah pedagang kaki lima di Rangkasbitung, Lebak, Banten, memasang bendera putih di gerobak mereka protes PPKM Darurat diperpanjang, Rabu (21/7/2021)

TRIBUNMATARAM.COM - Pemasangan bendera putih terjadi di beberapa daerah.

Termasuk di daerah Lebak, Banten.

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Rangkasbitung turut memasang bendera tersebut.

Bendera putih itu mereka pasang di gerobaknya.

Menurut para pedagang, hal itu sebagai bentuk protes pada pemerintah.

Mereka mengkritik Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang.

Baca juga: Luhut Belum Aminkan Perpanjangan PPKM Darurat hingga Akhir Juli, Janji Umumkan 2-3 Hari ke Depan

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, BLT UMKM Masih Cair Juli-September 2021, Cek eform BRI & Banpresbpum BNI

Sejumlah pedagang kaki lima di Rangkasbitung, Lebak, Banten, memasang bendera putih di gerobak mereka protes PPKM Darurat diperpanjang, Rabu (21/7/2021) (KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN)

Mengutip dari Kompas.com dengan judul "Pasang Bendera Putih di Gerobak, Pedagang: Biar Pemerintah Tahu, Kita Sudah Babak Belur", di Jalan Iko Jatmiko, sedikitnya belasan gerobak yang dipasang bendera putih.

Mulai dari penjual gorengan hingga bubur ayam.

"Baru dipasang tadi bareng mahasiswa, biar pemerintah tahu kalau kita sudah babak belur," kata Warjoko salah satu PKL yang berjualan gorengan di depan RSUD dr Adjidarmo, Rabu.

Dia mengatakan, sudah bingung apa yang akan dilakukan.

Baca juga: Surat Didi Riyadi untuk Jokowi Soal PPKM Darurat Viral, Usulkan Karantina Lebih Ramah, Simak Isinya

Halaman
1234