Bocah Isoman Sendiri Seusai Ortu Wafat, Warga Ramai-ramai Beri Bantuan, Ada yang Tidur Depan Pintu

Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Salma Fenty Irlanda
Vino, bocah kelas tiga Sekolah Dasar (SD) saat sedang jalani isolasi mandiri di Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Kamis (22/7/2021).

TRIBUNMATARAM.COM - Seorang bocah berusia 10 tahun harus menjalani isolasi mandiri (isoman) sendirian di rumahnya.

Hal itu terjadi lantaran kedua orangtuanya meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

Bocah yang duduk di bangku kelas tiga SD itu bernama Aldiano Dafa Raharjo atau sering disapa Vino.

Ia merupakan warga Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Terenyuh melihat kondisi Vino, warga di sekitar kampungnya beramai-ramai memberikan dukungan dan bantuan.

Bahkan, ada tetangga yang tidur di depan rumah beratapkan tenda.

Baca juga: Curhat Warga Cianjur yang Kena Covid: Harus Penuhi Kebutuhan, Tapi Tak Bisa Bekerja karena Isoman

Baca juga: Nakes di Ngawi Ngaku Disuruh Pergi karena Warga Tak Izinkan Isoman di Rumah: Kami Siap-siap Diusir

Vino, bocah kelas tiga Sekolah Dasar (SD) saat sedang jalani isolasi mandiri di Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Kamis (22/7/2021). (Kompas.com/TribunKaltim.co/Zainu)

Vino ditemani oleh tetangga sekitar dan kerabatnya selama karantina mandiri di rumah.

Orang yang tidur di depan pintu beratapkan tenda adalah rekan ayahnya.

Sementara bocah malang berusia 10 tahun itu tidur beralasan bentangan ambal dan kasur di ruang tengah depan televisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh kakak ayahnya Vino, Margono.

Baca juga: Warga di Bekasi Meninggal Saat Isoman, Lurah: Harusnya Kalau Sakit Lapor Dulu ke Satgas Setempat

Halaman
1234