Awalnya Pucat Dikira Suruh Tutup, Wajah Pedagang Kerak Telor Berubah Saat Kapolda Borong Dagangannya

Editor: Irsan Yamananda
Ilustrasi - Pedagang kerak telor di Riau kaget jualannya diborong Kapolda Riau

TRIBUNMATARAM.COM - Pasangan suami istri (pasutri) pedagang kerak telor di Riau tak menyangka dagangannya akan habis diborong polisi.

Pasutri tersebut bernama Yanti (58) dan Eri (58).

Sementara polisi yang memborong dagangan mereka adalah Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Awalnya, Yanti tak tahu jika Kapolda sendiri yang memborong semua jualannya .

Perlu diketahui, peristiwa itu terjadi di depan ruko tepi Jalan Imam Munandar, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Keduanya menjual makanan khas Betawi pada hari Jumat (23/7/2021) malam.

Baca juga: Diminta Tutup Selama PPKM Darurat, Pedagang di Lampung Kesulitan Cari Nafkah: Dia Enak Dapat Gaji

Baca juga: 9 Preman Rusak Warung di Lampung Hingga Luluh Lantak, Bawa Sajam & Minta Pedagang Pergi dari Lokasi

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi saat memborong semua kerak telor yang dijual Yanti (58), di pinggir Jalan Imam Munandar, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (23/7/2021) malam. (KOMPAS.COM/IDON)

Mengutip dari Kompas.com dengan judul "Jual Kerak Telor Baru Laku 2 Porsi, Yanti Kaget Sisa Dagangannya Diborong Kapolda Rp 1,3 Juta", Yanti berjualan mulai selepas maghrib.

Kala itu, barang dagangannya baru laku dua porsi.

Perlu diketahui, satu porsi kerak telor ayam atau telor itik dijual seharga Rp 20.000.

Sekitar pukul 22.00 WIB, tiba-tiba datang rombongan polisi berpakaian dinas dan membawa mobil patroli.

Baca juga: Viral Video Wisatawan Sebut Harga Pecel Selangit, Pedagang: Mbaknya Beli Bukan di Malioboro

Halaman
1234