Awalnya Pucat Dikira Suruh Tutup, Wajah Pedagang Kerak Telor Berubah Saat Kapolda Borong Dagangannya

Editor: Irsan Yamananda
Ilustrasi - Pedagang kerak telor di Riau kaget jualannya diborong Kapolda Riau

Dengan nada sedikit kaku, ia menjawab semua dagangannya seharga Rp 1,3 juta.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Senen: Ponsel Meledak, Pengemudi Panik Hingga Tabrak Ruko & Pedagang Es Buah

Kapolda Riau langsung membanyar kontan kepada ibu empat anak itu.

Bahkan, Kapolda Riau juga menawarkan kepada Yanti dan suaminya untuk berjualan di Markas Polda (Mapolda) Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru.

"Besok pagi (pagi ini) silakan berjualan di Polda Riau jam 10.00 WIB.

Di sana banyak polisi yang beli dagangan ibu. Kalau belum vaksin sekalian vaksin," ujar Agung.

Yanti dan dan suaminya kompak mengiyakan.

"Iya, Pak Kapolda. Insya Allah kami datang," jawabnya.

Selama penerapan pengetatan PPKM di Pekanbaru, kepada Kompas.com Yanti mengaku sepi pembeli kerak telor.

Dalam semalam, dagangannya terjual hanya satu sampai tiga porsi.

"Bahkan, pernah tidak ada yang beli sama sekali.

Halaman
1234