Pria di Mataram Meninggal Saat Isoman: Sore Sempat Hubungi Keluarga, Ditemukan Wafat Selepas Isya

Editor: Irsan Yamananda
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Pria di Mataram, NTB meninggal dunia saat isolasi mandiri.

Sore di hari kematiannya, Ags sempat menelepon keluarga.

"Dia itu isolasi mandiri begitu mengalami flu dan batuk, menempati rumah keluarga yang kebetulan kosong, sempat nelepon kok sorenya, kita enggak percaya tiba-tiba dia sudah meninggal sendirian di dalam kamar," ujar Agung, Jumat seperti dikutip dari  Kompas.com dengan judul "Pria Ini Isoman di Rumah Kosong, Sore Sempat Telepon Keluarga, Malam Ditemukan Meninggal".

Ditemukan meninggal saat keluarga antar makanan

Pasien isoman tersebut diketahui meninggal ketika keluarga mengirimkan makan malam selepas shalat Isya.

Ketika pintu digedor, tak ada respons dari Ags.

"Pintu saya dobrak setelah dapat kabar itu, dan kami menemukan saudara kami dalam keadaan tak merespon apapun, karena khawatir kami kabari ke lingkungan setempat, mengingat kami tahu dia isoman, tapi tidak lapor ke pihak rumah sakit,” ucap Agung.

Petugas Covid-19 tiba di lokasi sekira pukul 21.31 Wita. Mereka lantas melakukan pengecekan dan tes swab pada jenazah.

Hasil tes menyatakan bahwa Ags positif Covid-19. Maka dari itu, pemulasaraan dan pemakaman harus menerapkan protokol Covid-19.

Kepala Lingkungan Taman Kapitan Lalu Yusran membenarkan bahwa Ags menjalani isoman selama tiga hari karena batuk dan pilek.

"Warga juga mendengar suara batuk, bahkan keluarga tetap datang membawa makanan untuknya. Dia memang bukan warga di sini tapi rumah itu milik keluarganya,” tuturnya.

Baca juga: Warga di Bekasi Meninggal Saat Isoman, Lurah: Harusnya Kalau Sakit Lapor Dulu ke Satgas Setempat

Halaman
1234