Pencarian Pelaku Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar Terkendala, Polisi: 'Tak Ada Kamera CCTV'

Editor: Irsan Yamananda
Ilustrasi - Baliho Puan Maharani dicoret dengan tulisan 'open BO', polisi turun tangan.

"Itu kalau dua orang saling 'panggul' juga tidak akan bisa (menggapai). Harus pakai tangga atau alat," ujar Suwito saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/7/2021).

Anggota DPR Daerah Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Guntur Wahono menilai aksi vandalisme dilakukan oleh pihak eksternal PDI Perjuangan yang berniat mengadu domba kubu pendukung Puan Maharani dan kubu kontra.

Coretan "Open BO" pada baliho Puan dilaporkan kader

Aksi vandalisme tersebut mulanya dilaporkan oleh seorang kader PDI Perjuangan ke Polres Blitar, Jumat (23/7/2021).

Pelaporan itu dilakukan setelah kader melihat adanya coretan menggunakan cat hitam pada baliho yang memajang foto Puan Maharani.

Pada baliho berukuran sekitar 2x3 meter itu terdapat coretan 'Open BO'.

Posisinya coretan tepat di dekat foto Puan Maharani.

Baliho terpasang di ketinggian sekitar tiga meter dari tanah.

Sehingga pelaku vandalisme itu tentu harus menggunakan tangga atau upaya tertentu untuk membuat coretan.

Ilustrasi - Baliho Puan Maharani dicoreti. (Kompas.com)

Baliho tersebut dipasang menjelang pelaksanaan rapat kerja daerah (Rakerda) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang berlangsung di Blitar bulan lalu, Senin (21/6/2021).

Halaman
1234